Teheran — Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran, Agiel Laksaman Putra, menegaskan bahwa sekitar 300 pelajar WNI di Iran berada dalam kondisi aman setelah serangan udara Israel ke Teheran. Agiel menyebut sebagian besar pelajar berada di Qom atau sekitar 150 km sebelah barat daya Teheran, yang tidak terdampak langsung oleh serangan tersebut .
Dalam pertemuan dengan DetikEdu, Agiel juga mengonfirmasi bahwa aktivitas di Qom seperti pendidikan, perkantoran, transportasi, dan perdagangan masih berjalan normal. Meski demikian, komunikasi dengan kampus di Teheran mengalami gangguan, dan telah ada imbauan dari KBRI Teheran agar WNI mengikuti arahan keamanan resmi.
Sementara itu, data resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menunjukkan bahwa total terdapat 386 WNI di Iran, tersebar di 11 kota. Sebanyak 258 berada di Qom dan sekitar 90 di Teheran, termasuk pelajar, pekerja, dan staf KBRI bersama keluarga mereka.
Pemerintah melalui KBRI Teheran telah meningkatkan status menjadi siaga 2, mengimbau WNI untuk tetap waspada, memantau perkembangan situasi, dan menjaga komunikasi melalui hotline kedutaan. Hingga saat ini, belum terdapat laporan WNI yang menjadi korban dalam insiden serangan tersebut.
Untuk antisipasi, Kemenlu juga menyarankan agar WNI yang tidak memiliki urgensi tetap menunda perjalanan ke Iran atau Israel. Rencana evakuasi telah disiapkan jika situasi memburuk. KBRI Amman turut aktif membantu puluhan WNI yang terjebak di Tel Aviv akibat penutupan bandara Ben Gurion. <spl>





Komentar