Makassar – Kericuhan terjadi di depan Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Jumat (21/11/2025), ketika sekelompok orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba menyerang peserta demonstrasi sekitar pukul 14.40 WITA. Aksi yang awalnya berlangsung tertib berubah kacau setelah kelompok tersebut menghadang dan melakukan kekerasan terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan tuntutan.
Aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa itu mengangkat dua tuntutan utama, yakni “Tolak KUHAP” dan “Adili Rektor UNM”. Mahasiswa mulai berorasi di Jalan A.P. Pettarani depan gedung Pinisi UNM sebelum situasi berubah panas akibat kehadiran kelompok OTK yang mengklaim menjaga ketertiban lalulintas.
Namun tindakan mereka jauh dari upaya menjaga keamanan. Kelompok itu justru bertindak agresif—mendorong, mengejar, dan memukuli mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Dalam video yang beredar, mereka terlihat bergerak brutal bak preman kampus, memburu para demonstran hingga ke tepi jalan.
Salah satu mahasiswa yang ikut aksi menilai serangan tersebut sebagai bentuk upaya pembungkaman.
“Ini kriminal murni. Mereka seolah ingin membungkam kami, padahal demonstrasi dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Mereka bukan menjaga ketertiban, mereka melanggar hukum,” ujarnya.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya para OTK ini dan mengapa mereka bertindak layaknya aparat bayangan?.Mahasiswa menuntut identitas para pelaku diungkap dan meminta pihak aparat keamanan tidak tutup mata terhadap tindak kekerasan yang mencoreng ruang akademik tersebut.





Komentar