Makassar – Antrean panjang truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, memicu kemarahan warga pada Senin (24/6). Antrean yang mengular hingga sekitar satu kilometer itu menimbulkan kemacetan parah dan mengganggu akses warga.
Salah seorang warga, Syamsuddin, turun ke jalan dan memarahi sopir truk sampah karena kesal akses rumahnya terhalang. Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan Syamsuddin untuk dimintai klarifikasi. Usai memberikan keterangan, ia meminta maaf dan diperbolehkan pulang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan antrean truk disebabkan kerusakan tujuh unit ekskavator di TPA Antang sejak 22 Juni 2025. “Truk tidak bisa bongkar muat sampah sehingga harus menunggu berjam-jam. Bahkan antrean sempat mencapai 17 jam,” kata Helmy.
Selain kerusakan alat berat, kondisi jalan menuju TPA yang becek dan licin akibat hujan memperparah situasi. DLH telah mendatangkan satu unit alat berat bantuan dari Dinas PU untuk membantu mengurai antrean. Perbaikan ekskavator juga telah dilakukan agar aktivitas pembuangan sampah kembali normal.
“Ini bukan kesengajaan, tetapi memang ada kendala teknis. Kami sudah koordinasi dengan Dinas PU, Dishub, Satpol PP, kecamatan, dan lurah untuk segera menangani ini,” tambah Helmy. Rapat lintas dinas untuk mencari solusi jangka panjang dijadwalkan paling lambat Kamis (26/6/2025).
Situasi di TPA Antang kini mulai terkendali setelah alat berat berfungsi kembali dan pengaturan antrean diperbaiki. DLH juga berkomitmen mengevaluasi sistem pengangkutan sampah agar kejadian serupa tidak terulang. <spl>





Komentar