Mamuju Tengah – Abrasi Desa Lamba-Lamba di Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, telah menggerus wilayah pesisir desa ini selama puluhan tahun sehingga kini nyaris kosong. Dari sekitar 40 kepala keluarga yang dahulu tinggal, kini hanya delapan yang masih bertahan.
Warga telah lama menyadari bahwa abrasi desa Lamba-Lamba terus bergerak perlahan namun pasti, dengan laju sekitar satu meter per tahun. Garis pantai pun semakin mendesak permukiman.
“Kalau air pasang, ombak bisa mengenai rumah. Kami menyebutnya bonang malam kalau terjadi dimalam hari,” ujar Ibu Hadijah Abu saat ditemui pada Kamis, (25/07/25). Salah satu warga yang masih bertahan di desa itu.

Warga mulai berpindah sejak 2017. Pada 2021, gelombang perpindahan meningkat drastis karena air laut semakin sering masuk ke rumah. Warga memindahkan rumah yang terbuat dari kayu ke desa lain, tetapi membiarkan rumah permanen atau rumah batu karena sulit untuk dipindahkan.

Mereka tak lagi menggunakan fasilitas umum. Sekolah yang dulu aktif sudah berhenti beroperasi. Anak-anak kini melanjutkan pendidikan di luar dusun. Jalan menuju Desa Lamba-Lamba pun semakin rusak dan menyempit, sehingga hanya kendaraan roda dua yang bisa melewatinya.
“Sudah terbiasa hidup dengan air pasang, tapi tetap merasa tidak aman. Kami berencana pindah beberapa tahun ke depan, tapi masih berharap pemerintah membangun tanggul,” kata Ibu Hadijah Abu.
Pada 2024, tim dari pemerintah pusat mengunjungi desa dan melakukan pengukuran. Mereka sempat menyampaikan rencana pembangunan tanggul baru. Namun, proyek tersebut belum berjalan hingga kini.
Ancaman Serius Abrasi, Warga Lamba-Lamba Bertahan dengan Harapan
Pemerintah desa telah berulang kali mengajukan permohonan penanganan abrasi ke pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai. Namun, mereka belum menerima tindak lanjut atau kejelasan sampai sekarang. Tanpa perlindungan dari abrasi yang terus meluas, Desa Lamba-Lamba menghadapi ancaman serius. Warga yang tersisa masih menggantungkan harapan pada penyelamatan desa mereka.





Komentar