Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali mencairkan suasana dengan melontarkan candaan khasnya saat melakukan video conference dalam peresmian proyek energi nasional. Kali ini, sasarannya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang disebut Prabowo sebagai sosok yang “bernasib baik” karena berhasil duduk di kursi menteri.
Candaan itu terlontar saat Prabowo tengah berdialog dengan Bupati Mappi, Papua Selatan, Kristosimus Yohanis Agawemu, usai meresmikan pengoperasian dan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tersebar di 15 provinsi. Acara berlangsung di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6).
Dalam momen tersebut, Bahlil lebih dulu memuji Bupati Kristosimus karena penyampaiannya yang jelas dan sistematis dalam dialog bersama Presiden. Menurut Bahlil, sang bupati termasuk salah satu yang cerdas di Papua. “Pak Bupati ini mungkin salah satu bupati yang pintar di Papua. Kau hebat sekali, bagus juga,” ucap Bahlil dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo lalu menimpali dengan komentar santai, menyebut Bahlil juga berasal dari Papua, lalu menambahkan dengan nada canda, “Ini Menteri ESDM juga dari Papua rupanya ya. Nasib kau baik jadi menteri.”
Candaan itu disambut tawa oleh Bahlil yang dengan lugas menjawab, “Nasib agak baik karena menteri ESDM. Kalau menteri yang lain parah juga kelihatannya.”
Canda-tawa itu terjadi di tengah pembicaraan serius mengenai pemerataan akses listrik di wilayah timur Indonesia. Dalam dialognya, Bupati Kristosimus menyampaikan bahwa masih ada 67 dari 162 kampung di Kabupaten Mappi yang belum teraliri listrik.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas komitmennya dalam membangun infrastruktur kelistrikan di daerah tertinggal. “Di Kabupaten Mappi kurang lebih ada 162 kampung. Kami masih kekurangan di sekitar 67 kampung yang belum terlistriki,” ujar Kristosimus.
Peresmian PLTP dan PLTS ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses energi ramah lingkungan ke seluruh penjuru negeri, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Meski diselingi canda, komitmen Presiden dan jajaran kabinet dalam mendorong pembangunan berkelanjutan tetap jadi fokus utama kegiatan ini. <spl>





Komentar