Jakarta — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, membantah bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas soal program pendidikan di barak militer.
“Enggak ada soal itu. Mungkin beliau menganggapnya tidak perlu disampaikan,” ujar Atip saat ditemui di kantor Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa (17/6).
Atip juga menepis isu bahwa topik sekolah masuk pukul 06.00 turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu, Dedi Mulyadi justru menyampaikan niat untuk bersinergi dengan Kementerian Pendidikan.
“Jadi kami menangkapnya, beliau datang bukan dengan kata-kata, tetapi kami ingin bersinergi,” kata Atip.
Beberapa isu yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut antara lain penanggulangan angka putus sekolah serta perbaikan fasilitas pendidikan di Jawa Barat. Dedi disebut mengusulkan rehabilitasi dan pembangunan unit sekolah baru di wilayah tersebut.
Pertemuan antara Dedi dengan Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti dan Wamendikdasmen Atip digelar secara tertutup. Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, Dedi tampak meminta nasihat dari Mu’ti untuk anak-anak Jawa Barat. Mu’ti menyampaikan pesan agar anak-anak semangat belajar demi masa depan yang gemilang, sementara Dedi berharap para orang tua menyekolahkan anak hingga jenjang SMA atau SMK.
Mu’ti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan Kemendikdasmen, yang kemudian disambut positif oleh Dedi. <spl>





Komentar