Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Peristiwa

Wisatawan Asal Malaysia Tewas Terjatuh di Jalur Pendakian Banyu Urip, Rinjani

Lombok Timur, 4 Mei 2025 – Seorang wisatawan asal Malaysia bernama RAG (57) dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 80 meter di jalur pendakian Banyu Urip, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu, 3 Mei 2025, sekitar pukul 11.00 WITA. Berdasarkan keterangan dari pemandu dan rekan-rekan korban, insiden bermula saat rombongan pendaki berhenti sejenak di sumber mata air Banyu Urip untuk mengambil air minum. Namun, korban memutuskan untuk tetap berjalan mendahului rombongan dan tidak ikut beristirahat.

Ketua rombongan yang melihat korban terus berjalan kemudian berusaha menyusul untuk memberikan bantuan. Saat berada di jalur yang memiliki reling tali pengaman, ketua rombongan menawarkan bantuan kepada korban. Sayangnya, korban menolak dan memilih melanjutkan perjalanan sendiri.

Tragedi terjadi saat korban melepas pegangan dari reling tali pengaman. Pijakan kaki yang tidak stabil membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke arah kanan jalur, masuk ke dalam jurang yang dalamnya mencapai ±80 meter.

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

Tim evakuasi gabungan yang bergerak sejak laporan diterima akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah korban pada Minggu, 4 Mei 2025 pukul 10.30 WITA. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju pintu keluar destinasi pendakian Torean dan selanjutnya akan dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk proses pemulasaraan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

“Kami, segenap keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga dan kerabat korban. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa setiap langkah di alam membutuhkan kebersamaan, kehati-hatian, dan kepatuhan pada prosedur keselamatan,” tulis BTNGR dalam pernyataan resminya.

Remaja 18 Tahun Tewas Diduga Ditembak Polisi Di Makassar,LBH Makassar Desak Proses Hukum Pelaku

Pihak BTNGR juga mengimbau kepada seluruh pengunjung dan pendaki untuk selalu mematuhi arahan pemandu, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menjaga komunikasi dalam rombongan selama berada di alam bebas.

“Alam memang indah, tapi juga tak bisa diprediksi. Mari jaga diri, jaga sesama,” tutup pernyataan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *