Parepare – Kota Parepare resmi ditetapkan sebagai tuan rumah untuk ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2025 cabang olahraga tinju. Kegiatan ini rencananya akan digelar pada minggu kedua bulan September 2025 di GOR Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki—lokasinya persis di depan Stadion BJ Habibie.
Keputusan penunjukan ini merupakan hasil dari Rapat Kerja (Raker) Pertina Sulsel tahun 2024, dan kembali diperkuat dalam Raker tahun 2025. Sekretaris Umum Pengprov Pertina Sulsel, Sri Syahrir, menyebut bahwa Parepare dinilai layak menjadi tuan rumah karena telah memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan.
“Parepare menunjukkan kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan pemerintah daerah. Ini yang membuat kami sepakat untuk memberikan kepercayaan sebagai tuan rumah,” ungkap Sri, Senin (9/6).
Pra Porprov cabang tinju tahun ini akan mempertandingkan 20 kelas elite, terdiri dari 11 kelas putra dan 9 kelas putri. Ketentuan usia peserta ditetapkan antara 19 hingga 30 tahun, dengan tujuan mendorong proses regenerasi atlet yang akan dipersiapkan menuju ajang PON berikutnya.
“Kami mengacu pada standar nasional dan internasional dalam penyusunan kelas. Rentang usia juga dibatasi agar ajang ini benar-benar menjadi batu loncatan pembinaan atlet,” jelas Sri.
Sri juga menegaskan bahwa para atlet Sulsel yang telah meraih medali pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatera Utara tidak diperbolehkan mengikuti Pra Porprov kali ini. Mereka antara lain:
- Holly Masihor
- Haris Monga
- Jhon Yambe Kore Fira
- Muhammad Ricky Pratama
- Hindriawati Haer
Kelima atlet tersebut kini tengah mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang.
Sebaliknya, enam petinju Sulsel yang belum meraih medali di PON akan langsung diberikan “kartu putih” sebagai tiket otomatis ke ajang Porprov 2026 di Wajo-Bone, tanpa harus mengikuti Pra Porprov tahun ini.
Sri mengimbau agar seluruh kabupaten/kota di Sulsel lebih bersemangat untuk berpartisipasi di Pra Porprov 2025. Ia berharap jumlah peserta meningkat signifikan dibanding edisi sebelumnya, di mana hanya enam hingga delapan kelas yang terisi.
“Pra Porprov ini adalah ruang pembuktian bagi atlet-atlet muda dari berbagai daerah. Kami ingin melihat lebih banyak talenta baru tampil dan menunjukkan potensinya,” tutupnya. <spl>





Komentar