Makassar – PSM Makassar menutup Liga 1 musim 2024/2025 dengan posisi keenam, mengumpulkan 53 poin dari 34 laga (13 menang, 14 seri, 7 kalah) . Di kompetisi ASEAN Club Championship (ACC), Juku Eja lolos hingga semifinal atas kemenangan 1–0 atas Cong An Ha Noi FC di leg pertama. Namun, pada leg kedua di Hanoi, PSM kalah 0–2 sehingga gagal melaju ke final dengan agregat 1–2. Secara keseluruhan di semua kompetisi, tim memenangkan 17 dari 41 laga, seri 15, dan kalah 9, mencetak 56 gol dan kebobolan 40 gol. Statistik ini menjadikan pertahanan mereka salah satu yang terkuat di liga—dengan kebobolan hanya 34 gol.
Barisan pemain asing tampil menjanjikan: Nermin Haljeta mencetak 16 gol dan menjadi top scorer ACC, serta masuk Tim All‑Star. Yuran Fernandes mencetak gol penting di leg pertama semifinal ACC, berperan besar atas kemenangan 1–0. Pemain muda Victor Dethan, meski baru 20 tahun, memberi kontribusi melalui asis penting di Liga 1. Bek muda Daffa Salman tampil consoling di jantung pertahanan dan bermain konsisten di 36 laga liga. Kontribusi mereka menjadi tulang punggung tim dalam mempertahankan performa stabil musim ini.
Pelatih Bernardo Tavares memuji performa tim sebagai “salah satu musim terbaik” dalam kariernya di Indonesia, meski menghadapi tekanan cedera, jadwal padat, dan perjalanan jauh di ACC . Pasca ACC, tim langsung dialihkan fokus ke Liga 1 untuk laga melawan Semen Padang di Parepare pada 10 April 2025.
Pada pekan akhir, PSM mengakhiri musim dengan kemenangan 1–0 atas Persita Tangerang melalui penalti dramatis oleh Rasyid Bakri. Hasil ini menegaskan karakter juara karena tetap mampu meraih poin krusial hingga pekan terakhir. Suporter lokal disebut sebagai “motor semangat” oleh manajemen klub untuk menutup musim dengan hasil positif.
Dengan fondasi musim ini—pertahanan kokoh dan kontribusi pemain internasional—PSM Makassar diprediksi siap bersaing di puncak Liga 1 musim depan. Nilai pasar tim saat ini diperkirakan sekitar €4,46 juta, rata‑rata usia skuat 25 tahun, dan terdiri dari 8 pemain asing. Manajemen klub diharapkan fokus mempertahankan pemain kunci dan memperkuat komposisi tim, serta menjalin kontrak awal jelang 2025/2026 di Stadion BJ Habibie Parepare.
Tantangan terbesar adalah melanjutkan stabilitas tanpa kehilangan momentum kemajuan, terutama di ajang continental seperti AFC Cup berikutnya. Dengan fondasi yang sudah dibangun, PSM terlihat memasuki fase konsolidasi untuk menapak prestasi lebih tinggi di musim mendatang. <spl>





Komentar