Parepare — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di 11 sekolah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Sebanyak 2.245 siswa menerima jatah makan bergizi pada hari pertama pelaksanaan program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat ini. Namun, antusiasme siswa sedikit diwarnai dengan harapan agar porsi lauk, terutama ayam, bisa lebih ditingkatkan.
Di MAN 2 Parepare, para siswa menyambut baik kehadiran makanan bergizi gratis. Salah satu siswi, Fitrah, menyampaikan masukan terkait menu yang diterimanya. Ia menilai nasi yang disajikan terlalu banyak, sementara potongan ayamnya terlalu kecil. “Nasinya banyak sekali, tapi ayamnya kecil. Mungkin lauknya bisa ditambah, supaya proteinnya cukup. Tahu cuma satu,” ujar Fitrah, Kamis (12/6).
Tak hanya itu, Fitrah juga mengusulkan agar makanan dilengkapi dengan susu dan buah yang lebih manis. Menurutnya, buah salak yang diberikan terasa terlalu asam. Ia lebih menyukai apel atau pisang sebagai alternatif.
Meski demikian, Fitrah tetap mengapresiasi program ini dan berharap MBG bisa terus berlanjut. “Terima kasih Pak Presiden atas makan bergizi gratisnya. Semoga ini terus ada dan bisa membuat generasi kami lebih sehat dan pintar,” tuturnya.
Pantauan juga dilakukan di SDN 35 Parepare. Seorang siswa bernama Aidan menyampaikan harapan serupa. Ia menilai makanannya enak, namun potongan ayamnya kecil. “Iye, enak tapi ayamnya kecil. Semoga bisa ditambah lauknya. Nasinya sudah cukup,” katanya dengan polos.
Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, menjelaskan bahwa program MBG tahap pertama menyasar 2.245 siswa dari berbagai jenjang sekolah. Saat ini, program baru dijalankan dari satu dapur induk yang mulai beroperasi hari ini.
“Kami sudah launching satu dapur hari ini, dan akan terus kita pantau pelaksanaannya. Tujuan kita memastikan gizi yang diberikan benar-benar sesuai dan bermanfaat,” ujar Hermanto.
Ia menambahkan, pihak penyedia makanan telah menyiapkan rotasi menu selama 22 hari, agar siswa tidak merasa bosan dan tetap mendapatkan nutrisi seimbang dari variasi makanan yang disajikan. “Menu akan berganti setiap hari. Kita juga akan mengakomodasi masukan dari siswa, seperti tambahan kecap atau saus agar makanan lebih nikmat,” tambahnya. <spl>





Komentar