Selayar — Pemadaman listrik selama lebih dari enam jam pada Jumat malam (1/8) membuat warga Kepulauan Selayar geram. Listrik padam mulai pukul 18.01 Wita dan baru kembali menyala sekitar pukul 00.15 Wita pada Sabtu dini hari (2/8). Warga menyebut pemadaman ini sudah di luar batas wajar dan menuntut solusi konkret dari PLN maupun pemerintah daerah.
Saharuddin, warga Kelurahan Benteng, mengaku mengalami kerugian karena terpaksa menutup kios lebih awal. Ia merasa kondisi tanpa penerangan sangat merugikan pelaku usaha kecil.
“Gelap, Pak. Kios saya terpaksa tutup karena terlalu berisiko. Katanya pemadaman bergiliran, tapi ini sudah kelewat lama,” keluh Saharuddin saat ditemui Jumat malam.
Sukardi, warga lainnya di Benteng, juga menyampaikan kekesalannya karena listrik padam justru saat keluarga hendak makan malam. Ia menilai kondisi ini semakin buruk karena tidak ada kejelasan dari PLN.
“HP tidak bisa dicas, rumah gelap. Ini bukan pertama kalinya terjadi. Kami merasa ini sudah keterlaluan,” katanya.
Pemadaman Listrik, Pemuda Nilai Citra Daerah Tercoreng
Di salah satu warung kopi di dekat Lapangan Pemuda, sejumlah pemuda turut mengkritik kondisi listrik yang tak kunjung stabil. Fahri, seorang penggiat kepemudaan, menilai pemadaman berkepanjangan mencoreng wajah Selayar sebagai daerah tujuan wisata.
“Kalau listrik saja masih sering padam, bagaimana kita mau menyambut tamu dari luar? Ini sangat memalukan,” ujar Fahri.
Pantauan pewarta pada pukul 22.00 Wita di wilayah Benteng menunjukkan mayoritas rumah warga gelap total. Sebagian hanya mengandalkan lilin atau lampu emergency untuk penerangan darurat.
Sementara itu, informasi sementara dari lapangan menyebut gangguan terjadi karena adanya perbaikan mesin di Tangkala. Namun, hingga Sabtu pagi (2/8/2025), PLN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti gangguan maupun estimasi penyelesaiannya.
Warga berharap pihak PLN dan pemerintah daerah segera memberikan penjelasan yang jelas dan menyusun langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam waktu dekat.





Komentar