Bone — Seorang pria bernama Bahri (37), warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas mengapung di aliran sungai pada Minggu pagi (8/6). Bahri diduga merupakan pelaku penganiayaan berat terhadap seorang warga beberapa hari sebelum kematiannya.
Kasi Humas Polres Bone, IPTU Rayendra Muchtar, menjelaskan bahwa Bahri sebelumnya terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap seorang pria bernama Haji Sainuddin. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/6) di Desa Pallae, Kecamatan Cenrana. Korban penganiayaan hingga kini masih dirawat intensif di RSUD Tenriawaru.
“Korban diduga mengalami gangguan jiwa dan merupakan pelaku penganiayaan berat. Setelah beberapa hari dicari oleh pihak kepolisian dan masyarakat, ia ditemukan telah meninggal dunia di sungai,” ujar IPTU Rayendra dalam keterangannya kepada media.
Penemuan jasad Bahri terjadi sekitar pukul 06.50 WITA, di perairan yang menjadi batas antara Desa Watu dan Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana. Mayat ditemukan oleh seorang mahasiswa yang sedang melintas di lokasi kejadian. Saat ditemukan, Bahri mengenakan sarung berwarna cokelat dan celana pendek hitam, dalam posisi telungkup di permukaan air.
Polisi menduga kemungkinan Bahri mengakhiri hidupnya sendiri dengan melompat ke sungai setelah melakukan penganiayaan. Namun, hal ini masih dalam proses penyelidikan.
“Meski keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan sudah menandatangani surat penolakan, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan maupun penyebab kematian Bahri,” tegas IPTU Rayendra.





Komentar