Bulukumba – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Bulukumba pada Kamis (12/6), menyebabkan angin puting beliung dan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya, lima rumah warga rusak berat dan beberapa titik jalan tergenang air setinggi lutut orang dewasa.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Andi Hasbullah, hujan deras dengan intensitas tinggi sudah berlangsung sejak Rabu (11/6). Kondisi memburuk pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita, ketika angin puting beliung dan banjir mulai melanda sejumlah kecamatan. “Curah hujan sangat tinggi. Kita sudah ada warning untuk Bulukumba agar tetap waspada,” ujar Hasbullah.
Tiga kecamatan yang terdampak puting beliung adalah Gantarang, Ujung Bulu, dan Ujung Loe. Sementara banjir dilaporkan merendam dua kecamatan, yakni Gantarang dan Ujung Bulu. Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Bulukumba mencatat lima rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terpaan angin kencang. Seluruh rumah rusak berada di Kecamatan Ujung Bulu.
Rinciannya sebagai berikut:
- Tiga rumah di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bentenge, milik Buniati, Hatua Bennu, dan St Haderiah
- Satu rumah di Jalan Abd Azis, Kelurahan Tanah Kongkong, milik Dahlia
- Satu rumah di Jalan M Sirifin, Kelurahan Loka, milik Ahmad Asdar
Tak hanya merusak rumah, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Jenderal Sudirman, Ujung Bulu, yang sempat menutup jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Banjir pun merendam sejumlah titik di Kecamatan Ujung Bulu, termasuk Kelurahan Loka, Tanah Kongkong, dan Caile, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Di Kecamatan Gantarang, air merendam desa-desa seperti Polewali, Bonto Macinna, dan Padang.
Meski kerusakan fisik cukup signifikan, BPBD Bulukumba memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Petugas BPBD masih terus melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan darurat. “Kami masih terus mengecek rumah-rumah yang terdampak. Bantuan akan segera disalurkan bagi warga yang membutuhkan. BPBD siap siaga,” tutur Hasbullah.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Sulawesi Selatan. <spl>





Komentar