Close sidebar
Advertisement Advertisement
Entertainment Teknologi

Film Merah Putih One For All Disorot karena Dugaan Kemiripan Karakter 3D

Film animasi Merah Putih One For All karya Perfiki Kreasindo memunculkan karakter 3D yang diduga digunakan tanpa izin.
Film animasi Merah Putih One For All karya Perfiki Kreasindo memunculkan karakter 3D yang diduga digunakan tanpa izin.

Teknologi – Film animasi “Merah Putih One For All” viral di media sosial setelah netizen menyoroti dugaan kemiripan karakter dengan model 3D yang penjual tawarkan di platform Content Store. Isu ini mencuat ketika desainer grafis membagikan temuannya melalui akun Instagram @vektorkades. Ia memperlihatkan perbandingan karakter film dengan aset 3D komersial.

Unggahan itu menampilkan empat model 3D, yaitu Jayden karya Junaid Miran, Tommy karya Chihuahua Studios, serta Ned dan Francis dari Reallusion. Penjual mematok harga sekitar 43,50 dolar AS atau setara Rp700 ribu untuk keempat model. Potongan adegan film yang pembuat unggahan sandingkan dengan gambar aset menunjukkan kemiripan pada bentuk wajah, gaya rambut, dan proporsi tubuh.

Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Sempat Berobat Sehari Sebelumnya

Perbedaan hanya muncul pada warna kulit, kostum, dan beberapa detail minor. Namun, desain dasarnya tetap menyerupai versi yang kreator pasarkan di pasaran. Pelaku industri kreatif sudah lama memakai aset siap pakai. Meski begitu, publik mempertanyakan langkah ini karena film tersebut mengusung semangat karya anak bangsa dan memperoleh dukungan pendanaan besar.

Unggahan itu mendorong netizen memperdebatkan orisinalitas dan keterbukaan proses produksi. Seperti pemberitaan sebelumnya, menjelang penayangan pada (14/8/2025), “Merah Putih One For All” menarik perhatian bukan hanya karena pesan persatuan, tetapi juga karena biaya produksinya yang mencapai Rp6,7 miliar.

Kabar Duka! Lula Lahfah Pacar Reza Arab Tewas di Apartemen Jakarta Selatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *