Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Oknum TNI AU Diduga Aniaya Pedagang Perempuan di Maros, Kini Ditahan Polisi Militer

Ilustrasi Penyaniayaan Oleh Oknum TNI AU

Maros – Seorang oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU) berinisial Prada ANP diduga melakukan penganiayaan kepada seorang pedagang perempuan di kawasan wisata kuliner Pantai Tak Berombak (PTB), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kejadian ini berlangsung pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 12.30 Wita dan menarik perhatian publik setelah masyarakat menyebarkan video peristiwa tersebut di media sosial.

Dalam video yang beredar, masyarakat melihat Prada ANP melakukan penganiayaan dengan datang ke lokasi menggunakan seragam lengkap dan terlibat cekcok dengan pedagang perempuan itu. Ia mencoba merebut ponsel milik korban yang sedang merekam insiden tersebut, lalu memukul tangan perempuan tersebut hingga nyaris membuatnya terjatuh. “Mau dia ambil HP saya, jadi terpukul tangan saya dan hampir jatuh,” kata korban dalam video.

Scopus Team Raih Juara 1 Pada National EcoFEB Competition, Mengungguli 143 Tim Dari Seluruh Indonesia

Letkol Sus Santos selaku Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin memastikan bahwa Prada ANP berasal dari kesatuan mereka. Satuan Polisi Militer Lanud Sultan Hasanuddin menangkap Prada ANP dan segera memulai proses pemeriksaan terhadapnya.

Santos menegaskan bahwa perilaku Prada ANP melanggar nilai-nilai disiplin prajurit TNI AU. Ia menilai tindakan itu tidak mencerminkan etika seorang prajurit. “Perilaku dan sikap Prada ANP sama sekali tidak mencerminkan sikap dan disiplin prajurit TNI AU,” ujar Santos, Rabu (9/7/2025).

Menurut Santos, prajurit TNI wajib mengutamakan pendekatan humanis ketika berhadapan dengan warga sipil. Ia menyatakan bahwa pihaknya terus menjunjung tinggi profesionalisme dan menjalin hubungan harmonis bersama masyarakat sipil.

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Prada ANP juga menghadapi kasus desersi karena meninggalkan tugas selama 196 hari tanpa izin. Otoritas militer memproses kasus tersebut melalui sidang di Pengadilan Militer yang saat ini masih berlangsung.

Santos menyampaikan bahwa TNI AU tidak menoleransi tindakan anggotanya yang mencoreng nama institusi. Ia memastikan seluruh pelanggaran akan ditindak tegas demi menjaga citra dan kedisiplinan militer.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *