Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional

Cuaca Ekstrem Ancam Indonesia: Hujan Lebat dan Angin Kencang 22–28 Juli 2025

Potensi cuaca ekstrem 22-28 Juli 2025
Ilustrasi hujan

Jakarta – BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda Indonesia sepanjang 22–28 Juli 2025. Hujan lebat dan angin kencang masih mengintai, meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

Cuaca Ekstrem Tetap Terjadi di Tengah Musim Kemarau

Hingga dasarian III Juli 2025, sekitar 45% zona musim (ZOM) sudah mengalami transisi menuju kemarau. Beberapa wilayah seperti Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera bagian selatan, dan Sulawesi Selatan mulai mengalami penurunan curah hujan. Meskipun demikian, kondisi atmosfer yang dinamis justru memperkuat potensi hujan lebat dan angin kencang.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

BMKG mencatat bahwa faktor global dan regional berperan besar dalam perubahan cuaca ini. Salah satunya, nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang berada di angka +13.1. Angka tersebut mengindikasikan aliran udara basah dari Pasifik terus mengalir ke bagian timur Indonesia. Akibatnya, pembentukan awan hujan pun meningkat secara signifikan.

Selain faktor global, dinamika regional seperti aktivitas gelombang atmosfer turut mendorong cuaca ekstrem. BMKG menyoroti tiga jenis gelombang utama, yaitu Rossby, Kelvin, dan Low Frequency. Gelombang Rossby tampak aktif di perairan barat Sumatra hingga Laut Natuna Utara. Sementara itu, Gelombang Kelvin terlihat melintas dari Samudra Hindia menuju timur laut Papua.

Tak hanya itu, gelombang Low Frequency terus menunjukkan aktivitas tinggi di wilayah selatan Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Oleh karena itu, ketiganya secara bersamaan memperbesar kemungkinan terjadinya hujan intensitas tinggi.

Mengejutkan! Sahroni Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR

Di samping gelombang atmosfer, BMKG juga mendeteksi adanya bibit siklon tropis 97W di Laut Filipina. Fenomena ini menyebabkan terbentuknya konvergensi dan konfluensi angin di sekitar wilayah Indonesia. Oleh karena itu, aliran udara yang tidak stabil ini menambah risiko munculnya hujan deras dan angin kencang di berbagai wilayah.

Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak Cuaca Buruk

BMKG merinci wilayah yang paling berpotensi terdampak pada 22–24 Juli 2025 sebagai berikut:

  • Hujan sedang hingga lebat: Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan
  • Hujan lebat (siaga): Maluku
  • Angin kencang: Pesisir utara Aceh

Namun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Selain itu, masyarakat juga disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Pengumuman Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026, Ini Jadwalnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *