Makassar — PSM Makassar gagal meraih kemenangan dalam dua laga awal Super League 2025/2026. Dua kali unggul, dua kali pula Pasukan Ramang kehilangan momentum.
Pertahanan yang rapuh menjadi masalah utama. Di tengah situasi itu, kabar baik datang: kembalinya sang kapten, Yuran Fernandes, setelah absen tiga bulan karena sanksi Komite Disiplin PSSI.
Senin sore (18/8/2025), Yuran kembali berlatih di Lapangan Jakarta International Stadium (JIS). Bek jangkung asal Cape Verde itu langsung menyedot perhatian seluruh tim. Ia memanfaatkan momen untuk kembali memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Kapten yang Hilang
Sejak Mei, absennya Yuran meninggalkan lubang besar di lini belakang. Duet Aloisio Soares Neto dan Akbar Tanjung berusaha menutup celah, namun pertahanan PSM tetap sering kehilangan komando.
Kini, Yuran siap menghadapi ujian pertamanya ketika PSM menantang Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Jumat, 22 Agustus pukul 15.30 WIB. Laga itu menjadi panggung kembalinya sang kapten sekaligus tes penting bagi Pasukan Ramang.
Strategi yang Berubah
Kehadiran Yuran memberi peluang bagi pelatih PSM Makassar untuk meracik ulang komposisi tim. Akbar Tanjung bisa kembali ke posisi naturalnya sebagai gelandang bertahan. Skema ini tidak hanya memperkuat lini tengah, tetapi juga menjaga keseimbangan tim.
Namun, lini depan PSM masih bermasalah. Dalam dua laga awal, striker gagal memanfaatkan peluang emas karena tim kehilangan kreator serangan yang mampu mengalirkan bola matang. Tanpa solusi di sektor ini, PSM tetap kesulitan menutup pertandingan dengan kemenangan.
Lawan yang Percaya Diri
Semen Padang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim Kabau Sirah baru saja menaklukkan Dewa United Banten FC 2-0. Kemenangan itu mengangkat posisi mereka ke peringkat 11 klasemen, lebih baik dibanding PSM yang tertahan di urutan ke-13.
Atmosfer Stadion Haji Agus Salim akan menambah tekanan. Ribuan suporter Kabau Sirah siap menciptakan tembok kokoh yang harus ditembus PSM.
Ujian di Padang
Bagi PSM, duel Jumat sore bukan sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan ini menjadi ujian karakter: apakah mereka mampu bangkit bersama sang kapten, atau justru makin terpuruk di awal musim.
Setelah tiga bulan hanya duduk di tribun, Yuran Fernandes akhirnya kembali memimpin langsung dari lapangan.





Komentar