Jakarta – Trump ancam tarif Eropa soal Greenland dan memicu ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Pemerintah Prancis langsung merespons ancaman tersebut dengan peringatan tegas kepada Washington.
Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard menilai Presiden Donald Trump mengambil langkah berisiko yang dapat memicu perang dagang baru. Namun, ia menegaskan Uni Eropa memiliki kekuatan besar dari sisi perdagangan untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat.
“Jika Amerika Serikat menaikkan tarif, mereka sendiri akan mengalami kerugian besar. Para petani dan pelaku industri di AS akan merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Genevard kepada stasiun televisi Europe 1 dan CNews.
Selain itu, Genevard menegaskan Eropa menolak rencana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut melanggar prinsip kedaulatan dan tidak dapat diterima.
“Eropa tidak akan membiarkan Amerika Serikat bertindak sesuka hati,” tegasnya.
Sementara itu, Uni Eropa segera menjadwalkan pertemuan luar biasa para duta besar di Brussels untuk membahas ancaman tarif dari Washington. Pertemuan ini menjadi langkah awal Eropa dalam menyusun strategi balasan.
Trump sebelumnya mengumumkan rencana penerapan tarif impor sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Lebih lanjut, Trump mengancam menaikkan tarif hingga 25 persen pada 1 Juni jika Eropa menolak pengambilalihan Greenland secara penuh. Ia berdalih pulau Arktik tersebut penting bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Dengan langkah itu, Trump ancam tarif Eropa soal Greenland dan berpotensi memperburuk hubungan dagang antara Washington dan Brussels.





Komentar