Close sidebar
Advertisement Advertisement
Makassar

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Syarifuddin Daeng Ngemba memberi klarifikasi setelah muncul tudingan merusak mobil keluarga wisudawan UNM usai permintaan uang parkir Rp20 ribu ditolak.

Makassar – Juru parkir liar bernama Syarifuddin alias Daeng Ngemba membantah tuduhan merusak mobil keluarga wisudawan Universitas Negeri Makassar (UNM) setelah permintaan uang parkir Rp20 ribu ditolak. Ia mengklaim bamper mobil lepas karena tersangkut pengendara motor yang melintas.

Kasus ini ramai di media sosial usai korban mengunggah video pengalaman saat menghadiri acara wisuda UNM di kawasan Gedung Pinisi, Jalan Pendidikan Raya, Rabu (16/4).

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Korban mengaku datang bersama keluarga dan mencari tempat parkir sendiri tanpa arahan juru parkir. Setelah memarkir kendaraan, korban mengatur posisi mobil dengan rapi.

“Awalnya saya bersama keluarga mencari parkir sendiri tanpa ada juru parkir yang mengarahkan. Kami mengatur posisi mobil benar-benar rapi,” ujar korban dalam videonya.

Namun setelah acara selesai, korban mengaku seorang jukir meminta uang parkir Rp20 ribu. Korban menolak karena jukir tersebut tidak mampu menunjukkan identitas resmi maupun surat tugas parkir.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Korban kemudian mendapati bagian depan mobil mengalami kerusakan.

“Setelah acara wisuda selesai, kami mendapati mobil kami rusak. Baut bamper depan sengaja dilepas,” ungkapnya.

PD Parkir Pastikan Pelaku Jukir Liar

Perumda Parkir Makassar Raya memastikan pria yang meminta tarif Rp20 ribu itu bukan petugas resmi. Manajemen kemudian memanggil Daeng Ngemba ke kantor PD Parkir Makassar Raya di Jalan Hati Mulia, Mariso, Jumat (17/4), untuk memberikan klarifikasi.

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

Dalam video klarifikasi yang beredar, Daeng Ngemba menyebut tarif parkir di lokasi hanya sukarela.

“(Biaya) parkir seikhlasnya, berapa diberikan,” kata Daeng Ngemba, Sabtu (18/4/2026).

Ia juga membantah merusak mobil korban. Menurutnya, bamper kendaraan terlepas karena kaki standar motor tersangkut saat melintas.

“Bampernya terlepas karena ada pengendara motor lewat dan tersangkut standarnya,” dalihnya.

Daeng Ngemba mengaku siap mempertanggungjawabkan pernyataannya jika kasus ini berlanjut ke jalur hukum. Ia juga menyebut seorang penjual nasi kuning di sekitar lokasi melihat kejadian tersebut.

Klaim Sudah Menjaga Mobil Korban

Daeng Ngemba menyebut pemilik mobil tetap tidak membayar uang parkir Rp20 ribu yang ia minta. Ia mengaku tetap menjaga kendaraan itu meski belum menerima bayaran.

Menurutnya, posisi mobil sedikit menjorok ke jalan, tidak terkunci, dan kaca kendaraan terbuka saat ditinggal pemiliknya.

Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul, mengatakan pihaknya meminta Daeng Ngemba menandatangani surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi praktik pungutan liar.

“Jika kembali mengulangi hal serupa, kami akan melaporkan yang bersangkutan ke aparat penegak hukum,” tegas Asrul.

Asrul menambahkan, pihaknya belum sepenuhnya percaya dengan keterangan Daeng Ngemba. Karena itu, PD Parkir sengaja mengunggah video klarifikasi ke media sosial agar korban memberikan tanggapan.

“Kami ingin mendapat penjelasan dari dua pihak agar fakta kejadian menjadi terang,” jelasnya.

PD Parkir Makassar Raya menyatakan siap mempertemukan korban dengan jukir liar tersebut untuk proses mediasi. Langkah itu dilakukan agar kedua pihak menyampaikan versi masing-masing secara terbuka.

Asrul menegaskan, jika pernyataan Daeng Ngemba terbukti tidak sesuai fakta di lapangan, kasus ini bisa berlanjut ke proses hukum.

@75sultansuljum

Cerita dari Korban: Kamis, 16 April 2026 — Pagi Hari | Samping UNM Phinisi, Makassar Awalnya, saya bersama keluarga mencari tempat parkir sendiri tanpa ada juru parkir yang mengarahkan. Kami mengatur posisi mobil hingga benar-benar rapi. Namun setelah selesai parkir dan hendak masuk ke Kampus UNM Phinisi, tiba-tiba datang seorang jukir liar yang langsung meminta uang parkir sebesar Rp20.000 — tanpa negosiasi, tanpa kompromi. Kami pun mempertanyakan tarifnya yang tidak wajar. Jawabannya justru mengejutkan: “Begitu memang kalau acara wisuda, di Unismuh saja Rp50.000.” Kami tetap tidak terima karena sejak awal mereka tidak pernah membantu mengarahkan parkir sama sekali. Bukannya pergi, jukir tersebut malah mengikuti kami terus hingga ke gerbang masuk UNM Phinisi, bahkan mencoba menakut-nakuti dengan dalih undang-undang. Di situlah saya mulai merekam, karena situasinya sudah memaksa dan tidak kondusif — dan itu semua terekam dalam video. ➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️➖️ Setelah acara selesai, kami mendapati mobil kami telah dirusak — baut bumper depan sengaja dilepas. Ini bukan lagi soal nominal parkir, ini soal keamanan dan tanggung jawab. Jukir liar seperti ini hanya muncul ketika butuh uang, tanpa ada tanggung jawab sebelum maupun sesudah kendaraan diparkir. Pungli seperti ini sangat meresahkan dan tidak semua orang mau diam saja diperlakukan demikian. Mohon bantu viralkan agar pelaku mendapat sanksi dan tidak semakin banyak korban. Semoga kejadian ini menjadi perhatian pihak berwenang demi menciptakan Makassar yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua warga. 🙏

♬ suara asli – sultan suljum 75 – sultan suljum 75
Jukir Viral di media sosial setalah diduga merusak kendaran korban dan menolak diberikan 20Ribu rupiah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *