Makassar – Setelah lebih dari satu tahun jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) kosong secara definitif, Pemerintah Kota Makassar akhirnya menetapkan Dr. Andi Zulkifli Nanda sebagai pejabat definitif. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam upacara resmi di Balai Kota Makassar, Rabu (28/5/2025).
Kekosongan posisi strategis ini terjadi sejak pensiunnya Muh Anshar pada akhir Desember 2023. Selama itu, roda birokrasi di lingkup Pemkot Makassar dijalankan oleh pelaksana tugas dan penjabat sementara. Situasi ini sempat menjadi perhatian karena dikhawatirkan menghambat efektivitas koordinasi dan implementasi kebijakan lintas dinas.
Dalam pidatonya, Wali Kota Munafri menekankan pentingnya jabatan Sekda dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pelayanan publik.
“Ini bukan sekadar penunjukan jabatan administratif. Sekda adalah sentral koordinasi, yang menentukan irama organisasi pemerintah daerah,”
— kata Munafri.
Ia menambahkan, tantangan birokrasi ke depan menuntut kepemimpinan yang kolaboratif dan mampu membangun sinergi lintas sektor. Munafri juga menyampaikan harapan agar Sekda baru mampu memperkuat sistem kerja yang responsif dan adaptif, terutama dalam mendukung agenda strategis Pemkot hingga akhir masa jabatan.
Pelantikan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkot. Acara diawali pembacaan SK pengangkatan yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri melalui surat resmi tertanggal 21 Mei 2025.
Andi Zulkifli Nanda sebelumnya telah melalui proses seleksi terbuka dan dinyatakan lolos sebagai kandidat yang memenuhi syarat untuk mengisi posisi pimpinan tertinggi ASN di kota tersebut. Dalam sumpah jabatannya, ia berkomitmen untuk menjalankan tugas secara amanah dan profesional.
Dengan pelantikan ini, Wali Kota Makassar berharap seluruh ASN dapat mendukung penuh langkah-langkah strategis yang akan dijalankan Sekda demi pelayanan publik yang lebih baik.
“Kita adalah satu kesatuan tim. Tidak ada kerja sendiri-sendiri dalam birokrasi yang sehat,”
— tegas Munafri.
<spl>





Komentar