Kesehatan — Mengonsumsi daging sebagai sumber protein hewani memang penting, namun konsumsi yang tidak seimbang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan para ahli gizi menyarankan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi daging, baik merah maupun putih, guna menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.
Menurut pedoman Isi Piringku dari Kemenkes RI, sepertiga dari piring makan idealnya berisi lauk-pauk yang mengandung protein, termasuk daging, namun harus diimbangi dengan sayur dan karbohidrat kompleks.
“Protein hewani seperti daging sapi, ayam, atau ikan memang bermanfaat, tetapi penting untuk memperhatikan jumlah dan cara pengolahannya,” ujar dr. Rita Ramayulis, M.Kes, Sp.GK, seorang pakar gizi klinik, Senin (9/6).
Tips Konsumsi Daging Secara Seimbang
Berikut beberapa tips mengonsumsi daging yang sehat dan seimbang menurut Kemenkes dan Badan Pangan Nasional:
- Pilih Jenis Daging yang Lebih Sehat
Daging putih seperti ayam tanpa kulit dan ikan memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibanding daging merah seperti sapi atau kambing. - Batasi Konsumsi Daging Merah dan Olahan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan konsumsi daging merah dibatasi maksimal 500 gram per minggu, dan menghindari daging olahan seperti sosis dan daging asap karena berpotensi meningkatkan risiko kanker kolorektal. - Perhatikan Teknik Memasak
Mengolah daging dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang lebih baik dibanding menggoreng, karena dapat mengurangi kandungan lemak jenuh dan kolesterol. - Gabungkan dengan Sayur dan Serat
Konsumsi daging sebaiknya selalu disertai dengan sayur dan buah untuk menjaga keseimbangan nutrisi serta membantu pencernaan. - Perhatikan Porsi
Porsi daging ideal untuk sekali makan adalah sekitar 50-100 gram, atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa.
Kemenkes menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat. “Edukasi gizi bukan hanya untuk menghindari obesitas, tapi juga mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung,” tambah dr. Rita.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga tengah mengembangkan kampanye Protein Cerdas yang mengedukasi keluarga Indonesia tentang pentingnya memilih sumber protein yang berkualitas dan terjangkau.
Dengan informasi dan edukasi yang memadai, diharapkan masyarakat dapat menjalankan gaya hidup yang lebih sehat tanpa harus menghindari konsumsi daging sepenuhnya. <spl>





Komentar