Close sidebar
Advertisement Advertisement
Gaya Hidup Kesehatan

Tips Konsumsi Daging Secara Seimbang: Sehat, Aman, dan Bernutrisi

Ilustrasi

Kesehatan — Mengonsumsi daging sebagai sumber protein hewani memang penting, namun konsumsi yang tidak seimbang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan para ahli gizi menyarankan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi daging, baik merah maupun putih, guna menjaga pola makan yang sehat dan seimbang.

Menurut pedoman Isi Piringku dari Kemenkes RI, sepertiga dari piring makan idealnya berisi lauk-pauk yang mengandung protein, termasuk daging, namun harus diimbangi dengan sayur dan karbohidrat kompleks.

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

“Protein hewani seperti daging sapi, ayam, atau ikan memang bermanfaat, tetapi penting untuk memperhatikan jumlah dan cara pengolahannya,” ujar dr. Rita Ramayulis, M.Kes, Sp.GK, seorang pakar gizi klinik, Senin (9/6).

Tips Konsumsi Daging Secara Seimbang

Berikut beberapa tips mengonsumsi daging yang sehat dan seimbang menurut Kemenkes dan Badan Pangan Nasional:

  1. Pilih Jenis Daging yang Lebih Sehat
    Daging putih seperti ayam tanpa kulit dan ikan memiliki kandungan lemak jenuh lebih rendah dibanding daging merah seperti sapi atau kambing.
  2. Batasi Konsumsi Daging Merah dan Olahan
    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan konsumsi daging merah dibatasi maksimal 500 gram per minggu, dan menghindari daging olahan seperti sosis dan daging asap karena berpotensi meningkatkan risiko kanker kolorektal.
  3. Perhatikan Teknik Memasak
    Mengolah daging dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang lebih baik dibanding menggoreng, karena dapat mengurangi kandungan lemak jenuh dan kolesterol.
  4. Gabungkan dengan Sayur dan Serat
    Konsumsi daging sebaiknya selalu disertai dengan sayur dan buah untuk menjaga keseimbangan nutrisi serta membantu pencernaan.
  5. Perhatikan Porsi
    Porsi daging ideal untuk sekali makan adalah sekitar 50-100 gram, atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa.

Kemenkes menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat. “Edukasi gizi bukan hanya untuk menghindari obesitas, tapi juga mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung,” tambah dr. Rita.

Hidup Bersama Tanpa Nikah Kini Dipidana, KUHP Baru Berlaku 2026

Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga tengah mengembangkan kampanye Protein Cerdas yang mengedukasi keluarga Indonesia tentang pentingnya memilih sumber protein yang berkualitas dan terjangkau.

Dengan informasi dan edukasi yang memadai, diharapkan masyarakat dapat menjalankan gaya hidup yang lebih sehat tanpa harus menghindari konsumsi daging sepenuhnya. <spl>

Kisah Cipa, Usia 29 Tahun Terkena Diabetes Akibat FOMO Makanan Manis Viral

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *