Bulukumba — Sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, rusak parah akibat hujan lebat dan banjir yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir. Kerusakan tak hanya terjadi di wilayah pelosok, tetapi juga merusak ruas jalan utama di pusat Kota Bulukumba.
Beberapa titik yang mengalami kerusakan parah di antaranya Jl Dr Sam Ratulangi, Jl AP Pettarani, dan Jl Lanto Dg Pasewang. Ketiganya berada di Kecamatan Ujung Bulu dan menjadi akses penting bagi warga dari berbagai kecamatan yang menuju pusat kota.
Hujan yang mengguyur tanpa henti selama beberapa hari menyebabkan jalan-jalan ini berlubang dan permukaannya rusak. Ahmad, salah satu warga Kota Bulukumba, menyebut kondisi jalan tersebut sangat membahayakan, terutama saat malam hari. “Sejumlah titik jalan berlubang setelah hujan lebat dan banjir,” ujarnya, Sabtu (12/7). Ia mengingatkan bahwa kondisi jalan yang rusak bisa meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas jika pemerintah tidak segera memperbaikinya.
Selain merusak jalan, banjir juga memutus total dua jembatan di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Sementara itu, satu jembatan lain yang berada di jalur poros nasional Bulukumba–Sinjai mengalami retakan serius. Jembatan tersebut berada di wilayah Palempeng dan menghubungkan Kecamatan Bulukumpa dengan Rilau Ale. Selain retak, sisi bahu jembatan juga mulai longsor, membuat akses semakin berisiko.
Di sejumlah kecamatan lainnya, kondisi jalan pun mengalami kerusakan serupa. Banjir yang meluap menghanyutkan material jalan dan membuat akses warga terganggu. Warga pun berharap agar Pemkab Bulukumba segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki fasilitas publik yang rusak akibat bencana ini.
Menanggapi situasi tersebut, Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mulai menginventaris fasilitas umum yang terdampak. “Rencananya anggaran tak terduga akan digunakan untuk penanggulangan bencana alam,” ujar Ayatullah.
Cuaca ekstrem yang masih berlangsung membuat warga semakin khawatir, apalagi jika perbaikan tidak segera dilakukan. Mereka mendesak pemerintah untuk bergerak cepat demi keselamatan dan kenyamanan bersama.





Komentar