Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Kebakaran Pasar Kading Bone, Lima Kios Ludes Terbakar

Potret rumah panggung yang dilahap sijago merah di Walimpong Bengo

Bone – Kobaran api kembali mengguncang Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Api melalap lima kios di Pasar Kading, Desa Kading, Kecamatan Barebbo, pada Senin siang (7/7). Meskipun tidak ada korban jiwa, total kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Barebbo, Iptu Muhammad Arif, membenarkan kebakaran tersebut saat dihubungi pada hari yang sama. Ia menyebut api pertama kali muncul dari salah satu kios milik warga. Warga yang menyadari kebakaran segera berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, sebelum petugas damkar tiba.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

“Api sulit dikendalikan karena angin cukup kencang. Warga sempat berupaya memadamkannya sendiri,” ungkap Arif.

Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berjibaku selama dua jam hingga berhasil menjinakkan api. Petugas berhasil mencegah penyebaran api ke rumah-rumah warga di sekitar pasar.

Api menghanguskan lima kios dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Sabri (42) mengalami kerugian paling parah karena empat motornya terbakar—Yamaha NMAX, Yamaha Ninja, trail mini, dan sepeda listrik—dengan nilai kerugian mencapai Rp70 juta.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Hj. Jumrah (35) yang menjual alat tulis dan jasa fotokopi juga mengalami kerugian besar. Dagangannya hangus, termasuk satu unit mesin fotokopi. Ia merugi sekitar Rp150 juta. Kios Iswayuhdin (50) terbakar pada bagian atap dan gerobak baksonya, dengan kerugian ditaksir Rp20 juta. Basri (32) juga kehilangan dagangan dan atap kios, dengan nilai kerugian yang sama. Ridwan (52) kehilangan tenan beserta mesin jahit, dan merugi sekitar Rp15 juta.

Menurut Arif, korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran ini. Kabid Pencegahan Damkar Bone, Akbar, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan lima unit mobil damkar untuk memadamkan api. “Lima armada kami arahkan ke lokasi agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Akbar.

Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik. Akbar menekankan pentingnya memeriksa kembali kondisi instalasi sebelum meninggalkan rumah, menghindari penumpukan steker pada satu titik, dan tidak melebihi kapasitas daya listrik.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

“Kami imbau warga untuk selalu mengecek colokan, kondisi kabel, dan menjauhkan alat elektronik dari tempat lembap,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran kolektif dalam mencegah kebakaran, khususnya di lingkungan padat seperti pasar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *