Bone, Sulawesi Selatan — Penemuan Mayat bayi laki-laki di belakang pusat perbelanjaan Bone Trade Centre (BTC) mengguncang warga Kabupaten Bone pada Kamis pagi (10/7). Warga terkejut melihat kondisi jasad yang mengenaskan. Bayi itu terbungkus kain sarung dan mengeluarkan bau menyengat yang menyebar di sekitar lokasi.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 Wita di Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Saat itu, beberapa warga tengah beraktivitas di sekitar BTC. Mereka mencium aroma busuk yang tidak biasa lalu berinisiatif mencari sumber bau tersebut.
Saat menyusuri area semak-semak di belakang gedung, warga menemukan tanah yang tampak terganggu. Sebuah kain sarung terlihat menyembul dari permukaan tanah. Karena merasa curiga, mereka menghentikan aktivitas dan mendekati lokasi. Setelah yakin ada sesuatu yang mencurigakan, warga segera menghubungi polisi.
Tim kepolisian datang ke lokasi bersama Unit Inafis. Mereka langsung menggali tanah di sekitar kain tersebut. Tak lama kemudian, petugas menemukan Mayat bayi laki-laki yang dikubur secara dangkal. Tim Inafis lalu membawa jasad ke RSUD Tenriawaru untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lanjutan.
Menurut Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, bayi itu diduga hasil hubungan di luar pernikahan. Pelaku sengaja membuang bayi tersebut untuk menutupi aib. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas pelaku dan motif di balik tindakan keji tersebut.
“Kami mendalami semua kemungkinan. Tim kami terus bekerja di lapangan untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi ini,” ujar Rayendra.
Peristiwa ini memicu keprihatinan di tengah masyarakat Bone. Banyak warga merasa sedih dan marah atas kejadian tersebut. Apalagi, kasus pembuangan bayi bukan hal baru di Sulawesi Selatan. Polisi mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan informasi apa pun yang dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus ini.





Komentar