Jeneponto — Puluhan pedagang Pasar Karisa di Jalan Pahlawan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar aksi protes pada Selasa, (22/7). Para pedagang menolak pindah dari trotoar dan menentang keputusan pemerintah daerah yang menyiapkan pasar darurat. Mereka memilih bertahan di pinggir jalan karena menilai kondisi pasar di dalam tidak layak pakai dan sepi pembeli.
Penjual kue, Rosma Daeng Kenang, mengungkapkan keresahannya terkait kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa para pedagang siap pindah apabila pemerintah menyediakan tempat yang layak dan merata. Menurutnya, kondisi saat ini justru dapat memicu pertengkaran di antara pedagang karena tidak semua mendapat tempat yang adil.
“Kalau mau kami pindah, harus dibikinkan pasar baru dulu. Kalau begini, bisa berkelahi karena ada yang dikasih tempat, ada yang tidak,” ujarnya lantang. Ia bersama pedagang lain bersikeras bertahan berjualan di trotoar hingga ada kejelasan dari pemerintah.
Bagi para pedagang, pembangunan pasar yang layak merupakan solusi jangka panjang setelah insiden kebakaran hebat pada 2020 yang menghanguskan seluruh kios. Mereka meminta Bupati Jeneponto, Paris Yasir, turun langsung merespons keluhan mereka. Sorakan setuju terdengar ketika Rosma menyampaikan permintaan agar pemerintah segera membangun pasar baru.
Keluhan juga datang dari Hj Kanang, pedagang pisang yang menunjukkan dagangannya mulai membusuk karena sepinya pembeli. Ia menegaskan bahwa akses ke dalam pasar sangat sulit dan memindahkan pedagang ke sana justru akan memperbesar potensi kerugian.
“Kalau di dalam tambah susah. Bawa barang masuk juga berat, belum lagi sepi pembeli,” jelasnya sambil memperlihatkan pisang yang busuk.
Selain fasilitas, pedagang juga mempersoalkan kenaikan retribusi harian dari Rp2.000 menjadi Rp3.000. Menurut mereka, kenaikan ini tidak sebanding dengan kondisi pasar saat ini yang minim pembeli.
Dg Nagga menunjukkan banyak lapak kosong dan menyebut pedagang sayur sudah lama keluar karena dagangan mereka tidak laku.
Hingga kini, pemerintah daerah belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuntutan para pedagang Pasar Karisa.





Komentar