Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Pejalan Kaki Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kabupaten Takalar

Ilustrasi

Takalar — Kepolisian Resor Takalar tengah menyelidiki kasus kecelakaan maut yang melibatkan seorang pejalan kaki bernama Irsan (27), yang menabrak pemotor remaja, Jumaldi (14), hingga tewas di Jalan Panaikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Penyidik akan menentukan status hukum Irsan melalui gelar perkara yang mereka jadwalkan dalam waktu dekat.

Kanit Laka Satlantas Polres Kabupaten Takalar, Ipda Nasrullah, menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar proses gelar perkara dalam tiga hingga empat hari ke depan dan akan memutuskan status tersangka berdasarkan hasil gelar tersebut.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Meskipun proses hukum terus berjalan, pihak keluarga korban dan Irsan telah sepakat berdamai secara kekeluargaan. Pertemuan antara kedua pihak berlangsung setelah Irsan menyerahkan diri ke polisi pada 7 Juli 2025, usai sempat buron selama hampir tiga bulan.

Selama pelariannya, Irsan tinggal di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Ia bekerja sebagai guru mengaji di sebuah pesantren, tempat ia menetap bersama istri dan anaknya. Dalam pemeriksaan, Irsan mengaku tidak menyangka bahwa insiden tersebut menyebabkan kematian.

Irsan menyebut ia tidak melihat Jumaldi melintas saat sedang menyebrang. Ia juga mengaku melarikan diri karena takut menjadi korban amuk massa. Meski demikian, pihak keluarga korban, khususnya ayah Jumaldi, Caceng Daeng Tiro, sempat mempertanyakan insiden tersebut. Ia merasa ada kejanggalan berdasarkan rekaman video CCTV.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

“Kalau lihat dari videonya, seperti disengaja. Itu yang membuat kami merasa sakit hati selama ini,” kata Daeng Tiro. Namun, ia akhirnya menerima permintaan maaf dari Irsan dan menyetujui jalan damai, meski luka kehilangan anaknya belum sepenuhnya sembuh.

Kecelakaan itu terjadi pada 8 April 2025. Saat itu, Irsan melangkah menyeberang jalan dan menabrak sepeda motor yang sedang dikendarai Jumaldi bersama tantenya, Daeng Bollo. Keduanya tengah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Maryam, Pattallassang, untuk menjenguk kerabat yang sakit. Akibat tabrakan dari arah kiri, Jumaldi dan tantenya terpental ke kanan jalan.

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG Catat 186 Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *