Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Remaja di Bone Ditikam Saat Perkemahan 17 Agustus, Polisi Kejar Pelaku

Ilustrasi penikaman

Bone — Suasana perkemahan 17 Agustus di Kelurahan Maccope, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendadak mencekam pada Rabu malam (13/8/2025). Seorang remaja berinisial MF (19) mengalami luka tikam setelah terlibat cekcok dengan seorang pemuda yang belum teridentifikasi.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA. Menurutnya, perdebatan sengit di area perkemahan memicu amarah pelaku. “Pelaku langsung menyerang korban dari belakang dengan sebilah badik dan mengenai bagian pinggang korban,” kata Alvin pada Kamis (14/8).

Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Penulisan Berita

Akibat serangan itu, MF mengalami luka terbuka di pinggang bagian tengah. Beberapa peserta perkemahan yang melihat kejadian tersebut segera membantu korban dan membawanya keluar dari lokasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, pelaku memanfaatkan situasi kacau untuk melarikan diri.

Keluarga korban yang mendengar kabar penikaman tersebut langsung mendatangi lokasi. Mereka kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polsek Awangpone dengan nomor laporan LP/13/VIII/2025/SPKT/SEK AWANGPONE/RES BONE/POLDA SULSEL. Laporan itu menjadi dasar penyelidikan yang kini berjalan.

Tim Reskrim Polres Bone bersama personel Polsek Awangpone sudah bergerak untuk melacak keberadaan pelaku. Polisi mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk peserta perkemahan dan panitia kegiatan. Mereka juga menelusuri kemungkinan motif lain di balik perkelahian tersebut, termasuk dugaan perselisihan pribadi yang memanas saat kegiatan berlangsung.

Galeri Colli Pakue Sambut FSD Drawing Day

“Tim kami bekerja maksimal untuk menemukan pelaku dan mengungkap latar belakang kejadian ini. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi untuk segera melapor,” tegas Alvin.

Perkemahan 17 Agustus yang seharusnya menjadi ajang kebersamaan dan semangat kemerdekaan akhirnya ternoda oleh insiden kekerasan ini. Warga sekitar berharap polisi segera menangkap pelaku agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan.

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 Favorit Poster Nasional Business Plan Competition

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *