Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Ricuh Wali Kota Cup Parepare, Panitia Domino Diduga Gelapkan Rp274 Juta

Foto pesrta turnamen domino Wali Kota Cup Parepare ricuh

Parepare – Turnamen domino Wali Kota Cup Parepare yang seharusnya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi justru berubah menjadi polemik besar. Ribuan peserta yang sudah membayar uang pendaftaran merasa kecewa karena pertandingan tidak kunjung terlaksana dan panitia belum menepati janji pengembalian biaya. Polisi kini turun tangan untuk mengusut dugaan penipuan dalam kasus ini.

Kericuhan bermula pada Sabtu (6/9/2025) sore ketika sejumlah peserta tidak menemukan nama mereka di bagan pertandingan. Mereka langsung memprotes panitia yang dinilai tidak mampu mengelola jalannya kompetisi. Situasi semakin panas hingga malam hari, membuat panitia akhirnya mengumumkan penundaan pertandingan pada Minggu (7/9/2025).

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Usai penundaan, Ketua Panitia Anwar Sa’ad menyampaikan janji di hadapan peserta bahwa pihaknya akan mengembalikan uang pendaftaran sebesar Rp200 ribu per pasangan. Berdasarkan data, total 1.370 pasangan peserta sudah menyetor biaya, dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp274 juta. “Semua uang itu akan kami kembalikan secara bertahap,” ujar Anwar dalam konferensi pers, Senin (8/9/2025).

Sayangnya, janji itu tidak berjalan sesuai harapan. Hingga pertengahan September, banyak peserta belum menerima pengembalian dana. Kondisi tersebut mendorong beberapa peserta melapor ke Polres Parepare. Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, memastikan pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami sudah meminta klarifikasi dari panitia. Kami juga menunggu kesediaan peserta untuk memberikan keterangan kepada penyidik,” kata Indra, Sabtu (20/9/2025).

Indra menjelaskan, sebagian peserta berasal dari luar daerah sehingga proses pemeriksaan membutuhkan waktu lebih panjang. Meski begitu, ia menegaskan penyidik tetap melanjutkan penyelidikan. Polisi bahkan menemukan dugaan bahwa uang pendaftaran tersimpan di delapan nomor rekening berbeda milik panitia. Fakta tersebut membuka kemungkinan adanya indikasi penipuan yang lebih serius.

Tiga Pemuda di Parepare Bobol Mobil, Gasak 45 Senjata Mainan Senilai Rp15 Juta

Penyidik juga menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan walau panitia sudah berupaya mengembalikan sebagian dana. Hingga kini, masih banyak peserta yang menunggu hak mereka. “Jika kami menemukan unsur pidana, kasus ini pasti naik ke tahap penyidikan,” tegas Indra.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *