Toraja Utara – Warga Pangala’, Kecamatan Rindingallo, melayangkan protes kepada panitia The Legend of Pongtiku II. Mereka menolak pelaksanaan acara budaya itu karena panitia tidak melibatkan warga lokal dalam struktur kepanitiaan. Warga menyuarakan kekecewaan secara terbuka dengan menggunakan pengeras suara saat atraksi budaya Si’ Semba’ berlangsung di Lapangan Pangala’, Kamis (10/7).
PMTI Gelar Acara Tanpa Ajak Warga Setempat
Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) mengawali kegiatan dengan upacara peringatan dan ibadah syukuran di Tongkonan Tirrik Lada, Tondon, Pangala’. Panitia melanjutkan rangkaian acara tanpa melibatkan warga setempat, sehingga masyarakat mulai merasa kecewa. Mereka mempertanyakan alasan panitia yang mengesampingkan peran masyarakat lokal dalam acara besar tersebut.
Tokoh Adat protes Langsung Kekecewaan Warga Pangala
Pong Inton, tokoh adat yang memimpin atraksi Si’ Semba’, menyuarakan langsung kekecewaan warga Pangala’. Ia menyoroti panitia yang hanya mengajak orang-orang dari Rantepao untuk mengatur acara. “Kami tinggal di sini, tapi panitia tidak pernah mengajak kami berdiskusi atau membantu,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa masyarakat Pangala’ mengenal Pongtiku sebagai tokoh yang lahir dan dimakamkan di kampung mereka. Karena itu, ia menilai sangat penting untuk mengutamakan keterlibatan warga lokal. “Kami punya hubungan historis dan emosional dengan Pongtiku, jadi wajar kalau kami merasa tersisih,” katanya.
Pemuda Rindingallo Kritik Kurangnya Transparansi
Ardi Lulun, pemuda dari Rindingallo, memperkuat pernyataan Pong Inton. Ia membandingkan pelaksanaan acara tahun ini dengan tahun sebelumnya, ketika panitia masih mengikutsertakan warga Pangala’ dan keluarga besar Pongtiku (Ne’Baso). “Tahun ini, panitia tidak memberi kami ruang sama sekali,” ucapnya.
Ardi juga menyoroti bahwa panitia membagikan kostum secara mendadak. Menurutnya, banyak peserta tidak menerima kostum karena panitia tidak menyusun jadwal secara teratur. “Om saya, Pong Inton, langsung menyampaikan unek-unek di depan penonton karena merasa kecewa,” jelasnya.
Panitia Pilih Diam, PMTI Belum Beri Tanggapan atas Protes Warga Pangala
Setelah mendengar protes, Ketua Panitia Luther Palimbong bersama pengurus PMTI meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan. Wartawan mencoba meminta penjelasan, tetapi panitia menolak berbicara. Sampai hari ini, PMTI belum merespons protes yang disampaikan warga Pangala’.





Komentar