Singapura – Pemerintah Singapura akan meluncurkan program pengujian genetik nasional mulai pertengahan 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kesehatan presisi untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Fokus utamanya adalah kelainan genetik familial hypercholesterolemia (FH) yang menyebabkan kolesterol tinggi sejak usia muda. Deteksi dini diharapkan menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Program ini akan diperluas secara nasional melalui layanan primer.
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menjelaskan, inisiatif ini dibiayai melalui Health Innovation Fund sebesar SGD 200 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung adopsi teknologi digital dan genomik dalam layanan kesehatan. Pasien dengan kadar kolesterol tinggi akan dirujuk ke pusat penilaian genomik. Di sana mereka akan menjalani tes gen FH dengan subsidi hingga 70 persen. Subsidi ini diberikan untuk warga yang memenuhi kriteria tertentu.
Program ini terintegrasi dengan layanan klinik umum Healthier SG dan poliklinik. Rujukan dilakukan oleh dokter primer berdasarkan riwayat kesehatan pasien. Dengan deteksi berbasis genomik, pasien bisa mendapatkan pengobatan dan pencegahan yang lebih tepat. Pemerintah juga akan mengembangkan sistem pencatatan medis elektronik generasi baru. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga akan dimanfaatkan dalam skrining kanker.
Rencana ini juga mencakup regulasi baru untuk melindungi data genetik masyarakat. Pemerintah tengah menggodok legislasi agar hasil tes genetik tidak disalahgunakan. Perlindungan ini berlaku untuk asuransi, pekerjaan, hingga akses pendidikan. Moratorium sementara atas pemanfaatan data tes genetik akan diubah menjadi perlindungan hukum permanen. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap etika penggunaan data kesehatan.
Para ahli menyambut positif inisiatif ini. Dr. Tavintharan Subramaniam dari Khoo Teck Puat Hospital menyatakan bahwa pendekatan genomik dapat mengurangi risiko jantung sejak dini. Sementara itu, Prof. Jamuar dari KK Women’s and Children’s Hospital menyoroti pentingnya skrining genetik pada kelompok risiko tinggi. Ia menyebut pengalaman program carrier screening sebelumnya menunjukkan hasil positif. Program ini menjadi bagian dari transisi menuju layanan kesehatan berbasis pencegahan. Singapura menargetkan penerapan menyeluruh dalam lima tahun ke depan. <spl>





Komentar