Kesehatan – Steroid anabolik adalah zat sintetis yang sering digunakan untuk mempercepat pembentukan otot dan membawa bahaya serius bagi kesehatan jantung. Pengguna steroid tanpa pengawasan medis berisiko mengalami gangguan fungsi jantung, seperti pembesaran otot jantung dan gagal jantung. Bahaya steroid anabolik bagi jantung ini harus menjadi perhatian serius bagi siapa saja yang menggunakan zat ini.
Apa Itu Steroid Anabolik dan Mengapa Digunakan?
Steroid anabolik merupakan versi sintetis dari hormon testosteron. Dokter biasanya meresepkannya untuk pasien yang kehilangan massa otot akibat penyakit seperti kanker atau HIV/AIDS. Namun, banyak atlet, binaragawan, dan pekerja fisik menggunakan obat ini untuk mempercepat pembentukan otot secara instan.
Hulk Hogan mengakui bahwa ia mulai mengonsumsi steroid sejak 1976 dan terus menggunakannya hingga awal 1990-an. Saat itu, dunia gulat profesional belum memberlakukan aturan ketat mengenai penggunaan steroid, bahkan menganggapnya hal lumrah.
Steroid anabolik bekerja dengan mempercepat sintesis protein dalam otot, membantu pemulihan jaringan, serta mengurangi kerusakan otot setelah latihan. Efek instan inilah yang membuat banyak orang tergoda. Sayangnya, dampak jangka panjangnya justru membahayakan tubuh.
Dampak Steroid Anabolik terhadap Jantung
Pemakaian steroid dalam jangka panjang bisa merusak sistem kardiovaskular. Salah satu dampaknya muncul dalam bentuk pembesaran otot jantung, terutama ventrikel kiri. Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan mengurangi kemampuannya memompa darah secara efisien. Akibatnya, risiko gagal jantung meningkat.
Steroid juga berpotensi memicu gangguan irama jantung (aritmia). Detak jantung menjadi tidak stabil, sehingga pengguna bisa mengalami pingsan, kejang, atau bahkan kematian mendadak. Selain itu, steroid menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), yang mempercepat penyumbatan pembuluh darah dan memicu serangan jantung.
Hulk Hogan telah menjalani lebih dari 25 operasi besar sepanjang hidupnya, termasuk di bagian jantung. Dokter jantung menilai kombinasi antara penggunaan steroid dan aktivitas fisik ekstrem selama kariernya mempercepat kerusakan fungsi jantung. Hogan meninggal dunia akibat henti jantung pada (24/07/25), di usia 71 tahun.





Komentar