Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kesehatan

Kasus Gagal Ginjal di Usia Muda Meningkat, Gaya Hidup Buruk Jadi Penyebab Utama

Ilustrasi saat melakukan cuci darah

Kesehatan – Kasus gagal ginjal kronis di Indonesia terus meningkat, terutama pada kelompok usia muda. Data BPJS Kesehatan mencatat bahwa biaya pengobatan gagal ginjal melonjak tajam dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024. Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pasien muda menjalani hemodialisis atau cuci darah, termasuk mereka yang berusia antara 20 hingga 30 tahun.

Gaya hidup mendorong lonjakan kasus gagal ginjal

Pola makan tidak sehat memicu peningkatan kerusakan ginjal secara signifikan. Banyak anak muda memilih makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan minuman manis secara rutin. Mereka juga cenderung mengabaikan kebutuhan cairan tubuh dan jarang berolahraga. Kombinasi kebiasaan buruk ini mempercepat penurunan fungsi ginjal, bahkan sejak usia muda.

35 Siswa di Maros Diduga Keracunan Usai Bukber di SMPN 3 Camba, Puluhan Dirawat

Selain itu, sebagian besar anak muda masih menggunakan obat pereda nyeri dan suplemen tanpa petunjuk medis. Zat kimia dari konsumsi jangka panjang tersebut membebani ginjal dan merusak jaringan ginjal secara perlahan. Sayangnya, mereka baru menyadari kerusakannya saat gejala sudah parah.

Penyakit penyerta memperburuk risiko

Penyakit diabetes dan hipertensi juga meningkatkan risiko gagal ginjal pada usia produktif. Lebih dari 50% pasien gagal ginjal memiliki riwayat gula darah tinggi. Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah halus di ginjal dan mengganggu sistem penyaringan racun yang seharusnya bekerja secara optimal.

Langkah pencegahan yang harus dilakukan

Masyarakat perlu mengambil langkah aktif untuk mencegah kerusakan ginjal. Pertama, ubah pola makan menjadi lebih sehat yaitu kurangi konsumsi garam, lemak, dan gula berlebih. Kedua, penuhi kebutuhan air putih minimal dua liter per hari. Ketiga, lakukan aktivitas fisik secara rutin minimal tiga kali seminggu untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Berikut Daerah yang Terdampak

Selain itu, penting bagi setiap orang untuk memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan fungsi ginjal secara berkala. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Gagal ginjal bukan lagi penyakit lansia. Kini, anak muda pun masuk dalam kelompok rentan akibat gaya hidup yang kurang sehat. Dengan meningkatkan kesadaran, mengubah kebiasaan, dan memeriksakan kesehatan secara teratur, kita bisa menekan risiko gagal ginjal dan menghindari ketergantungan pada cuci darah seumur hidup. <spl>

Kisah Cipa, Usia 29 Tahun Terkena Diabetes Akibat FOMO Makanan Manis Viral

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *