Makassar – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mencatat kebangkitan kinerja keuangan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian. Direksi baru Perumda Pasar Makassar Raya berhasil menyetor dividen sebesar Rp1,3 miliar ke Pemerintah Kota Makassar.
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, memimpin langsung pembenahan menyeluruh di tubuh perusahaan. Ia menata pedagang, memperbaiki tata kelola retribusi, serta memperkuat sistem manajemen internal. Langkah tersebut mulai menghasilkan dampak signifikan dalam waktu singkat.
Ali Gauli mengarahkan kebijakan perusahaan tidak hanya pada penegakan aturan, tetapi juga pada pendekatan humanis kepada pedagang. Ia mengombinasikan digitalisasi sistem, evaluasi sumber daya manusia, serta koordinasi lintas instansi untuk menekan kebocoran pendapatan.
“Melalui digitalisasi, evaluasi SDM, dan koordinasi lintas instansi, kami menata pasar agar lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” ujar Ali Gauli, Senin (5/1/2026), didampingi Direktur Operasional PD Pasar, Rusli Patara.
Dalam masa kepemimpinan yang belum genap satu tahun, direksi baru Perumda Pasar Makassar Raya membukukan capaian finansial signifikan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan daerah tersebut menyetor dividen hingga Rp1,3 miliar.
Transformasi Manajemen Dorong Kinerja Perumda Pasar Makassar Raya
Capaian tersebut mencerminkan arah manajemen yang lebih terukur, disiplin, dan fokus pada pembenahan internal. Direksi baru menjawab tantangan pengelolaan pasar tradisional, mulai dari penataan pedagang pasar tumpah, optimalisasi retribusi, hingga efisiensi operasional.
Ali Gauli menilai dividen tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan sekadar capaian laba. Ia membandingkan nilai dividen tahun ini dengan tahun 2023 yang hanya mencapai sekitar Rp750 juta.
“Tahun ini kami memberikan sharing dividen tertinggi, sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar. Kontribusi kepada pemerintah kota menjadi fokus utama kami,” tegasnya.
Ali Gauli optimistis tahun 2026 akan menjadi fondasi penguatan bisnis Perumda Pasar Makassar Raya. Ia meyakini kinerja positif pada 2026 akan memperkuat pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.
Terkait penarikan retribusi, Ali Gauli menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan menarik retribusi atas aktivitas jual beli di atas fasilitas negara sesuai peraturan daerah. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak membenarkan aktivitas berdagang di lokasi terlarang seperti badan jalan.
“Pemerintah memiliki kewenangan menarik retribusi atas fasilitas negara, tetapi kami tetap menolak aktivitas berdagang di lokasi yang tidak semestinya,” katanya.
Ali Gauli menyebut kawasan Pasar Terong dan Pasar Kalimbu sebagai contoh wilayah yang memiliki batas kewenangan pengelolaan. Dalam radius tertentu, Perumda Pasar Makassar Raya menarik retribusi, termasuk dari pedagang kaki lima yang memanfaatkan fasilitas pasar.
Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan uang kebersihan dan keamanan bergantung pada pengelola kawasan. Perumda Pasar Makassar Raya hanya menarik retribusi sesuai kewenangan dan regulasi.
Menjawab kondisi fisik pasar, Ali Gauli mengakui banyak pasar di Makassar tidak lagi layak secara struktur. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak menghentikan upaya pembenahan.
“Banyak struktur pasar sudah tidak layak, tetapi kami tetap memaksimalkan potensi yang ada sambil menyiapkan pola perbaikan ke depan,” ujarnya.
Sebagai bentuk pendekatan kepada pedagang, Perumda Pasar Makassar Raya rutin menggelar kerja bakti setiap Jumat di seluruh pasar. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar.
Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima. Ali Gauli menjelaskan bahwa perusahaan membagi kategori pasar menjadi pasar induk, pasar darurat, dan pasar lingkungan atau pasar kelurahan.
“Pasar lingkungan sesuai aturan. Warga atau koperasi menyediakan lahan, sementara kami menarik retribusi sesuai kewenangan,” jelasnya.
Sepanjang 2025, Perumda Pasar Makassar Raya mencatat peningkatan pendapatan dan kembali menyetor dividen dengan nilai tertinggi dalam beberapa tahun terakhir kepada Pemerintah Kota Makassar.
Ali Gauli mengungkapkan bahwa sebelum ia menjabat, perusahaan mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Hingga April 2025, kondisi keuangan Perumda Pasar Makassar Raya masih mencatat angka negatif.
“Saya mulai menjabat sebagai Plt pada 20 April. Saat itu kondisi perusahaan masih merugi, lalu kami langsung membenahi internal secara menyeluruh,” ungkapnya.
Perumda Pasar Makassar Raya memperkuat manajemen, menggandeng tim ahli, serta menerapkan digitalisasi sistem pembayaran berbasis barcode. Sistem tersebut memetakan potensi pendapatan setiap pasar secara real time.
“Kami memastikan data selalu terbarui dan menekan kebocoran. Pedagang bisa membayar secara tunai atau non-tunai, tetapi transparansi menjadi kunci,” jelas Ali Gauli.
Ali Gauli juga menyoroti jumlah pegawai yang sebelumnya terlalu besar. Dari 511 pegawai, jumlah tersebut kini menyusut menjadi 377 orang dan masih menjalani evaluasi lanjutan.
Sekitar 130 hingga 140 pegawai bekerja sebagai tenaga kebersihan dan keamanan. Keterbatasan keuangan membuat Perumda Pasar Makassar Raya masih menangani sektor tersebut secara internal.
“Kami mempertimbangkan aspek keuangan, gaji, BPJS, dan tanggung jawab sebagai BUMD. Kami terus berupaya memberikan kinerja terbaik,” tutup Ali Gauli.





Komentar