Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Politik

Aria Bima Tanggapi Isu Jokowi Jadi Ketum PSI: PDIP Tak Anggap Itu Ancaman

Aria Bima

Nasional – Isu bergabungnya Presiden Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mencuat ke publik. Bahkan, nama Jokowi sempat disebut-sebut masuk dalam radar bursa Ketua Umum PSI pasca kepemimpinan Kaesang Pangarep. Menanggapi hal ini, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima, memberikan pandangannya.

Menurut Aria, wacana Presiden Jokowi menjadi Ketua Umum PSI bukanlah sesuatu yang mengejutkan dalam politik Indonesia. Ia menegaskan, PDIP sama sekali tidak melihat kemungkinan itu sebagai sebuah ancaman atau perpecahan. “Buat kami di PDIP, ini bukan soal ancaman politik. Setiap orang berhak menentukan arah politiknya,” ujar Aria kepada wartawan, Selasa (14/5/2025).

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Meski demikian, Aria Bima tetap menyiratkan bahwa partainya masih menghormati posisi dan jasa Jokowi sebagai kader PDIP yang telah dua kali menang Pilpres melalui usungan partai berlambang banteng tersebut. “PDIP bukan partai yang reaktif. Kami lebih memilih untuk mengedepankan konsolidasi ideologis dan organisasi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa PDIP tengah fokus pada evaluasi internal pasca Pemilu 2024 dan menjelang Pilkada serentak 2024. Oleh karena itu, spekulasi-spekulasi politik eksternal seperti peluang Jokowi menjadi Ketum PSI, tidak menjadi perhatian utama partai.

Sebelumnya, elite PSI sempat menyatakan bahwa partai mereka terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung, termasuk tokoh besar seperti Jokowi. Nama Presiden pun sempat muncul dalam wacana publik sebagai simbol perlawanan terhadap oligarki politik dan wajah baru bagi partai muda seperti PSI.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Aria Bima menyatakan bahwa sikap PDIP terhadap Jokowi tetap hormat, namun partainya punya jalur dan strategi politik sendiri. “Kalau Pak Jokowi memilih jalan politik yang berbeda, itu hak beliau sebagai warga negara. Kita hormati saja,” tegasnya.

Dengan pernyataan ini, PDIP tampaknya tidak ingin terbawa dalam arus spekulasi politik yang tengah berkembang, dan lebih memilih untuk menjaga stabilitas internal menjelang kontestasi politik berikutnya.

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *