Nasional – Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, angkat suara soal kontroversi penggunaan jet pribadi dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Menurutnya, langkah ini bukan hanya demi efisiensi waktu, tapi juga dapat menghemat anggaran penyelenggaraan pemilu hingga Rp 380 miliar.
Hasyim menyampaikan bahwa tantangan utama KPU dalam pengadaan logistik pemilu adalah waktu yang sangat terbatas, hanya sekitar 75 hari. Untuk memastikan distribusi surat suara dan perlengkapan lainnya berjalan lancar dan tepat waktu, KPU memilih opsi penyewaan jet pribadi. Pilihan ini dianggap paling efektif dibandingkan menggunakan transportasi konvensional yang lebih lambat dan berisiko menunda proses.
Namun, keputusan tersebut memicu kritik dari beberapa pihak yang mempertanyakan transparansi dan potensi penyalahgunaan anggaran. Koalisi antikorupsi pun melaporkan penggunaan jet pribadi ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dilakukan pengawasan lebih ketat.
Hasyim menegaskan bahwa penggunaan jet pribadi hanya untuk kepentingan resmi pemilu dan sudah melalui prosedur serta perencanaan anggaran yang matang. Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa keputusan ini diambil demi kelancaran proses demokrasi di Indonesia.
Dengan strategi ini, KPU berharap pemilu dapat berlangsung efektif tanpa mengorbankan kualitas distribusi logistik, sekaligus menjaga pengeluaran negara agar tetap efisien. <spl>





Komentar