Close sidebar
Advertisement Advertisement
Kesehatan Nasional

Kasus COVID-19 Naik di Asia, Bagaimana Kondisi Indonesia? Ini Penjelasan Wamenkes

Potret Wamenkes

Jakarta – Ketika sejumlah negara di Asia kembali mencatat lonjakan kasus COVID-19, kekhawatiran akan gelombang baru mulai mencuat. Namun, di tengah tren tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan kondisi yang cukup melegakan bagi masyarakat Indonesia.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Dante mengungkap bahwa situasi COVID-19 di Indonesia saat ini masih terkendali, meski tetap berada dalam pengawasan pemerintah.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

“COVID-19 di Indonesia relatif masih terkendali. Angka positivity rate-nya rendah, kemudian tingkat hospitalisasinya juga rendah,” ujar Dante, Selasa (28/5/2025).

Pernyataan ini muncul saat beberapa negara seperti Singapura, India, dan Malaysia mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kasus baru. Di Singapura, misalnya, lonjakan hingga dua kali lipat kasus harian dilaporkan hanya dalam waktu dua minggu terakhir.

Meski Indonesia tidak mencatatkan kenaikan serupa, Dante mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

“Kita tetap harus waspada. Protokol kesehatan harus tetap dijaga, terutama bagi kelompok rentan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi booster, terutama bagi lansia dan orang dengan komorbid, sebagai bentuk perlindungan tambahan terhadap varian baru yang masih bisa muncul sewaktu-waktu.

Dante memastikan bahwa sistem kesehatan Indonesia telah jauh lebih siap dibanding masa-masa awal pandemi. Fasilitas perawatan dan ketersediaan obat, termasuk antivirus dan oksigen medis, telah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan.

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

“Kami sudah belajar banyak dari pandemi sebelumnya. Kini sistem deteksi dan respons jauh lebih cepat,” tegasnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong atau hoaks terkait COVID-19. Terutama, lanjut Dante, ketika informasi tersebut berasal dari sumber yang tidak kredibel.

“Jangan percaya hoaks. Percayalah pada informasi dari Kemenkes atau WHO,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta untuk kembali membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mengenakan masker di ruang tertutup atau saat mengalami gejala flu. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *