Close sidebar
Advertisement Advertisement
Nasional Peristiwa

Polda Metro Gelar Operasi Besar, 999 Personel Dikerahkan Berantas Premanisme di Jakarta

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi skala besar untuk memberantas premanisme di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya. Sebanyak 999 personel kepolisian dikerahkan dalam operasi yang berlangsung selama 10 hari ke depan, menyusul meningkatnya laporan masyarakat terkait tindakan premanisme yang meresahkan.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons tegas terhadap keresahan publik serta bentuk konkret dari kehadiran polisi dalam memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami tidak akan toleransi terhadap segala bentuk premanisme, baik yang terjadi di kawasan pasar, terminal, jalanan, maupun tempat-tempat umum lainnya,” ujar Karyoto di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Operasi ini melibatkan berbagai satuan kerja, termasuk dari Ditreskrimum, Ditresnarkoba, hingga Sabhara dan Brimob, dengan titik-titik patroli yang disebar di area rawan tindakan pemalakan, pungutan liar, dan intimidasi terhadap masyarakat maupun pelaku usaha kecil.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Pihak kepolisian menyatakan bahwa premanisme bukan hanya sekadar ancaman keamanan, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menekan ruang gerak masyarakat.

“Kami ingin warga merasa aman untuk beraktivitas, khususnya pedagang kecil, ojek, sopir angkot, hingga pengusaha pasar tradisional,” imbuh Karyoto.

Dalam operasi ini, polisi tidak hanya menindak secara langsung, tetapi juga akan melakukan pendekatan humanis bagi individu yang bisa dibina ulang ke jalur produktif.

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

“Kami akan bedakan mana yang pelaku kriminal murni dan mana yang bisa kita arahkan kembali ke kegiatan positif,” jelasnya.

Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh keluhan warga soal aksi premanisme yang kian marak, mulai dari pungli di terminal hingga intimidasi terhadap ojek daring. Laporan ini kemudian menjadi dasar evaluasi yang memperkuat keputusan Kapolda untuk turun langsung dengan operasi terpadu.

Karyoto mengimbau masyarakat untuk turut serta mendukung langkah ini dengan aktif melaporkan segala bentuk aksi premanisme melalui saluran pengaduan resmi Polda Metro Jaya.

Operasi ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah lanjutan yang lebih sistematis dalam memberantas premanisme hingga ke akar-akarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *