Close sidebar
Advertisement Advertisement
Olahraga

PSSI Gaet Legenda Belanda Simon Tahamata Jadi Kepala Pemandu Bakat

Simon Tahamata

Jakarta — 23 mei 2025, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun fondasi kuat bagi masa depan sepak bola nasional. Terbaru, PSSI secara resmi menunjuk mantan bintang timnas Belanda, Simon Tahamata, sebagai Kepala Pemandu Bakat Nasional (Head of Scouting). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (22/5).

Simon Tahamata, pria kelahiran Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956, memiliki darah keturunan Maluku dan dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola Eropa, khususnya bersama klub raksasa Ajax Amsterdam. Di masa aktifnya sebagai pemain, Tahamata dikenal karena kelincahan, visi bermain, serta dedikasinya dalam mengembangkan potensi muda. Ia pernah membela timnas Belanda dan juga memperkuat klub-klub besar seperti Standard Liège dan Feyenoord.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

Dalam kapasitas barunya bersama PSSI, Tahamata akan bertanggung jawab untuk memimpin proses pencarian, pemantauan, dan pembinaan bakat-bakat muda potensial di seluruh Indonesia, serta dari kalangan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara, khususnya Eropa.

“Simon bukan hanya punya pengalaman sebagai pemain, tetapi juga sebagai pengembang pemain muda di akademi-akademi besar. Kami percaya dia adalah sosok yang tepat untuk membangun sistem scouting yang lebih sistematis dan modern,”
— ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI

Tahamata akan bekerja erat dengan pelatih kepala timnas Indonesia, Patrick Kluivert, serta staf teknis lainnya seperti Gerald Vanenburg dan Nova Arianto. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang sinergis, mulai dari proses scouting hingga integrasi pemain ke dalam struktur timnas di berbagai kelompok umur.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Tahamata dijadwalkan tiba di Jakarta pada akhir Mei 2025 untuk segera mulai menjalankan tugasnya. Ia juga disebut akan melakukan serangkaian kunjungan ke akademi-akademi sepak bola, klub-klub lokal, serta menghadiri turnamen kelompok usia muda untuk mengamati langsung potensi yang ada di lapangan.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para pemerhati dan pengamat sepak bola nasional. Mereka menilai bahwa kehadiran figur sekelas Simon Tahamata dapat membawa warna baru dalam proses regenerasi pemain timnas, yang selama ini dinilai belum optimal dari sisi pemetaan talenta.

“Selama ini kita punya banyak bakat, tapi belum ada sistem scouting yang benar-benar terstruktur. Dengan hadirnya Tahamata, kita berharap proses ini bisa jauh lebih profesional.”
— ujar Yusuf Kurniawan, Pengamat Sepak Bola Nasional kepada media

Viral Pegawai Bapas Makassar Protes Mobil Digembok Dishub

Penunjukan Simon Tahamata menjadi simbol bahwa PSSI tidak hanya berambisi meraih prestasi jangka pendek, tapi juga tengah membangun pondasi kuat untuk prestasi jangka panjang, dengan menempatkan pengembangan pemain muda sebagai prioritas utama.

Langkah ini juga sejalan dengan visi besar PSSI untuk menciptakan tim nasional Indonesia yang lebih kompetitif, khususnya dalam menghadapi putaran Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan agenda internasional lainnya. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *