Makassar – Puluhan mahasiswa dari Gerakan Pemuda Pemerhati Pendidikan Indonesia (GP3I) dan Aliansi Mahasiswa Olahraga dan Kesehatan (AMORAS) menggelar aksi di depan Gedung Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan A.P. Pettarani, Senin (15/9/2025). Massa menuntut kejelasan kasus pelecehan Rektor UNM yang mereka anggap mencoreng nama baik kampus.
Massa mendesak Mendikbudristek mencopot Rektor UNM setelah mereka melaporkan rektor ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang dosen. Tuntutan ini mereka kaitkan langsung dengan kasus pelecehan Rektor UNM yang saat ini dalam proses penyelidikan.

Koordinator aksi GP3I menegaskan, rektor tidak layak mempertahankan jabatan ketika menghadapi kasus serius yang mengancam integritas dan keamanan sivitas akademika.
“Kami menolak kampus menjadi tempat yang tidak aman bagi dosen dan mahasiswa. Kami mendesak Mendikbudristek segera mencopot rektor agar proses hukum berjalan tanpa intervensi,” tegasnya.
Massa juga menuntut Polda Sulsel membuka hasil penyelidikan kasus secara transparan. Mereka menilai keterbukaan penting untuk mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum. Massa menyatakan aksi akan terus berlanjut hingga kasus pelecehan Rektor mendapat penyelesaian transparan.
Hingga berita ini ditulis, pihak UNM dan rektor yang dilaporkan belum memberi pernyataan resmi.





Komentar