Close sidebar
Advertisement Advertisement
Daerah Peristiwa Sulsel

Viral! Ambulans Tanpa Pasien Terobos Macet dan Lawan Arus di Gowa, Polisi Beri Teguran Keras

ilustrasi

Gowa – Sebuah ambulans milik RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menjadi sorotan publik setelah aksinya menerobos kemacetan dan melawan arus lalu lintas di wilayah perbatasan Makassar-Gowa viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Kamis sore (6/6), tepatnya di ruas Jalan Sultan Alauddin-Jalan Sultan Hasanuddin saat kondisi lalu lintas sangat padat menjelang malam takbiran Iduladha.

Ambulans tersebut diketahui melaju dari arah Makassar menuju Gowa sambil menyalakan sirene dan lampu rotator. Namun, saat diberhentikan oleh petugas kepolisian lalu lintas dari Polres Gowa, diketahui bahwa kendaraan itu tidak sedang mengangkut pasien.

Jukir Liar Makassar Bantah Rusak Mobil Wisudawan UNM, PD Parkir Siapkan Mediasi

“Ambulans itu masuk Gowa dari arah Makassar saat arus lalu lintas padat karena malam takbiran. Kami sudah menyiapkan pengamanan dengan pagar betis agar tidak ada kendaraan yang saling serobot, tapi ambulans itu menerobos,” jelas Kasat Lantas Polres Gowa, Iptu Bahrul, Sabtu (7/6).

Menurut Bahrul, sopir ambulans dengan sengaja mengambil jalur kanan dan melawan arus untuk menghindari kemacetan, meskipun tidak sedang dalam kondisi darurat. Aksi ini dinilai sebagai penyalahgunaan hak prioritas di jalan raya.

“Ambulans memang kendaraan prioritas, tapi hanya jika sedang membawa pasien. Kalau tidak, maka dia sama seperti kendaraan lainnya. Saya tegaskan ke sopirnya, kalau kamu bawa pasien, saya sendiri yang akan bukakan jalan. Tapi kalau kosong, kamu tidak bisa gunakan sirene dan melawan arus,” tegas Bahrul.

Rakerda PKK Makassar 2026: Melinda Aksa Dorong Program Inklusif dan Berdampak

Setelah diberhentikan dan diperiksa, sopir ambulans mengaku baru saja mengantar pasien rujukan ke Makassar dan sedang dalam perjalanan kembali ke Bulukumba. Meski tidak diberi sanksi hukum, sopir tersebut mendapatkan teguran keras dan diminta membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya hentikan dan tegur keras. Dia janji tidak akan mengulangi lagi. Karena itu dalam perjalanan pulang, kami izinkan lanjut, tapi tetap dengan catatan,” ujarnya.

Video kejadian ini beredar luas di media sosial dan memperlihatkan petugas meminta ambulans berhenti di pinggir jalan. Dalam mobil tersebut hanya terdapat dua orang, yaitu sopir dan seorang petugas lainnya sebagai penumpang.

Geger di Unhas Makassar! Mayat Pria Ditemukan di Belakang Gedung Kampus

Polisi menekankan bahwa meski ambulans memiliki hak prioritas, penggunaan sirene dan lampu rotator harus sesuai prosedur. Tindakan melawan arus tanpa kondisi darurat dapat membahayakan pengguna jalan lainnya dan melanggar aturan lalu lintas. <spl>

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *