Jakarta – Rotasi Bumi lebih cepat dari biasanya pada Senin (5/8/2025), sehingga menjadikan hari itu sebagai hari terpendek sepanjang tahun. Para ilmuwan mencatat bahwa durasi rotasi Bumi hari itu kurang dari 24 jam.
Laporan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) menunjukkan bahwa percepatan ini mempersingkat panjang hari hingga beberapa milidetik. Meski perbedaannya sangat kecil dan tidak terasa langsung oleh manusia, para ahli tetap mengamati fenomena ini dengan serius.
Apa Penyebab Rotasi Bumi Lebih Cepat?
Rotasi Bumi tidak sepenuhnya stabil. Sejumlah faktor alami memengaruhi kecepatannya. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pergerakan inti Bumi
- Aktivitas gempa bumi
- Perubahan atmosfer dan iklim
- Pasang surut laut
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mencatat bahwa perputaran Bumi mengalami percepatan bertahap. Sebagai perbandingan, pada 2020, tercatat 28 hari yang lebih singkat dari 24 jam.
Apa Dampaknya Bagi Manusia?
Bagi aktivitas harian manusia, percepatan dalam hitungan milidetik tidak memberikan dampak signifikan. Namun, dalam dunia teknologi, efeknya bisa terasa.
Sistem navigasi satelit dan penghitungan waktu global seperti UTC (Coordinated Universal Time) bergantung pada perputaran Bumi. Bila percepatan ini terus terjadi, para ahli memperkirakan perlunya penyesuaian waktu dengan menambahkan leap second negatif—pengurangan satu detik dari sistem waktu dunia.
Langkah ini belum pernah dilakukan sebelumnya, namun menjadi opsi realistis jika tren percepatan terus berlanjut.





Komentar