London — Ozzy Osbourne, vokalis legendaris band Black Sabbath dan ikon heavy metal dunia, meninggal dunia pada usia 76 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir pada Selasa pagi, (22/07/25), di rumahnya di Buckinghamshire, Inggris.
Ikon Musik Metal Tutup Usia
Keluarga Osbourne mengonfirmasi kabar duka ini melalui pernyataan resmi. Istri sekaligus manajernya, Sharon Osbourne, menyampaikan bahwa Ozzy meninggal dengan tenang di tengah orang-orang yang dicintainya.
“Dengan kesedihan mendalam, kami memberitakan bahwa suami, ayah, dan kakek tercinta kami, Ozzy Osbourne, telah meninggal dunia pagi ini,” ungkap Sharon kepada media.
Karier Penuh Warna dan Pengaruh Abadi
Ozzy memulai kariernya pada akhir 1960-an sebagai vokalis Black Sabbath. Lagu-lagu seperti Paranoid, Iron Man, dan War Pigs mengangkat namanya sebagai pelopor musik heavy metal. Setelah keluar dari Black Sabbath, ia membangun karier solo yang sama cemerlangnya dengan album seperti Blizzard of Ozz dan Diary of a Madman.
Ozzy menjual lebih dari 100 juta album secara global, baik sebagai solois maupun bersama Black Sabbath. Ia juga meraih Grammy Lifetime Achievement Award dan masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame.
Kesehatan yang Menurun
Kesehatan Ozzy terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ia menerima diagnosis penyakit Parkinson pada 2020. Meski begitu, Ozzy tetap tampil di atas panggung dan bahkan menggelar konser perpisahan beberapa minggu sebelum wafat. Konser itu menjadi momen emosional terakhir bersama para penggemarnya.
Kabar kepergian Ozzy mengguncang industri musik. Musisi dan penggemar dari seluruh dunia menyampaikan belasungkawa. Tony Iommi, gitaris Black Sabbath, menyebut Osbourne sebagai “jiwa dari band dan kekuatan yang tak tergantikan di dunia rock.” Sementara Metallica dan Foo Fighters menyampaikan rasa kehilangan melalui media sosial mereka.





Komentar