Close sidebar
Advertisement Advertisement
Ekonomi Internasional

Internasionalisasi Yuan Menguat Lewat CIPS, Dolar AS Masih Dominan

Uang yuan menjadi simbol internasionalisasi yuan yang terus didorong China melalui sistem pembayaran global CIPS
Uang yuan menjadi simbol internasionalisasi yuan yang terus didorong China melalui sistem pembayaran global CIPS

Internasional – China semakin mempercepat internasionalisasi yuan melalui Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). Ribuan institusi keuangan global kini memakai sistem ini untuk transaksi lintas batas dan memperkuat posisi yuan di sistem keuangan internasional.

Data resmi CIPS mencatat hingga 2024, 176 bank peserta langsung (direct participants) bergabung, sementara lebih dari 1.500 peserta tidak langsung (indirect participants) ikut terhubung. Total lebih dari 1.700 institusi keuangan global masuk dalam jaringan pembayaran internasional berbasis yuan ini.

Pengusaha Muda Bogor Donasikan Mobil Mewah Jadi Ambulans Gratis

Sepanjang 2024, CIPS membukukan volume bisnis tahunan sekitar 175 triliun yuan atau setara lebih dari 24 triliun dolar AS. Angka ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dan penggunaan yuan dalam perdagangan serta pembayaran lintas negara.

Meski yuan berkembang pesat, dolar AS masih memegang dominasi. Data Dana Moneter Internasional (IMF) menempatkan yuan hanya pada porsi 2,1% dari cadangan devisa resmi global pada kuartal pertama 2025. Sebaliknya, dolar AS tetap menguasai lebih dari 58% cadangan devisa dunia.

Bank Sentral China (PBOC) juga memperkuat kebijakan untuk mendukung internasionalisasi yuan. Lembaga itu menerapkan aturan baru terkait cross-border yuan financing agar pembiayaan lintas batas lebih fleksibel sekaligus menjaga stabilitas arus modal internasional.

Sebelum Nonton, Simak Dulu Sinopsis Can This Love Be Translated

Langkah tersebut menegaskan keseriusan Beijing dalam mendorong penggunaan yuan di level global. Namun para analis menilai perjalanan yuan menyaingi dolar AS masih panjang. Faktor kepercayaan pasar, kontrol modal ketat di China, dan stabilitas ekonomi global akan sangat menentukan masa depan yuan sebagai mata uang internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *