Close sidebar
Advertisement Advertisement
Internasional

Thailand Peringatkan Ketegangan dengan Kamboja Bisa Memburuk

Warga mengungsi akibat ketegangan Thailand Kamboja di perbatasan Surin, Thailand
Warga sipil di Surin mencari perlindungan di pusat pengungsian setelah artileri dan serangan udara memperparah konflik perbatasan Thailand–Kamboja, memaksa lebih dari 100.000 orang mengungsi

Bangkok – Pemerintah Thailand memperingatkan ketegangan yang meningkat dengan Kamboja di wilayah perbatasan. Bentrokan bersenjata yang terjadi akhir-akhir ini berisiko berkembang menjadi konflik terbuka jika pihak terkait tidak segera meredamnya.

Sejak awal pekan, pasukan dari kedua negara saling menyerang di area sengketa dekat Candi Ta Muen Thom. Thailand menuding Kamboja melancarkan serangan artileri terlebih dahulu ke wilayahnya. Sebagai respons, Thailand mengerahkan jet tempur dan membalas dengan serangan udara ke target militer Kamboja.

Sebelum Nonton, Simak Dulu Sinopsis Can This Love Be Translated

Bentrok ini menimbulkan korban dari kedua belah pihak. Thailand melaporkan sedikitnya 19 korban jiwa, sementara Kamboja menyebut satu orang meninggal. Ribuan warga yang tinggal di wilayah perbatasan memilih mengungsi untuk menghindari dampak konflik. Otoritas Thailand menyatakan lebih dari 58.000 warganya sudah dipindahkan ke tempat aman.

Sengketa Wilayah Jadi Pemicu Ketegangan Thailand Kamboja di Perbatasan

Ketegangan Thailand Kamboja ini dipicu oleh sengketa lama terkait batas wilayah dan kepemilikan kawasan cagar budaya. Ledakan ranjau darat yang menewaskan beberapa prajurit Thailand turut memperkeruh situasi di perbatasan.

Selain itu, bocoran komunikasi antara pejabat tinggi kedua negara memperbesar ketegangan. Sentimen nasionalisme yang menguat di masing-masing negara ikut mendorong eskalasi konflik.

Trump Ngamuk! Eropa Terancam Tarif Gila-gilaan Gara-Gara Greenland

Thailand Desak Dunia Internasional Waspada

Thailand mengajak komunitas internasional untuk memperhatikan situasi ini. Pemerintah menyatakan konflik bisa berdampak luas bila dibiarkan. Sementara itu, Kamboja menyerukan gencatan senjata tanpa syarat.

ASEAN dan PBB menyerukan agar kedua negara menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Malaysia dan beberapa negara lainnya menyatakan kesediaannya menjadi mediator. Namun hingga kini, bentrokan masih berlangsung di lapangan.

Kapal Pinisi Tenggelam di Perairan Komodo, Pelatih Valencia Hilang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *