Bali – Kerja sama kebudayaan RI-Uzbekistan melangkah ke babak baru setelah kedua negara bertemu dalam forum internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di The Meru Sanur, Bali. Pertemuan ini mempertemukan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan Wakil Menteri Kebudayaan Uzbekistan, Yusufjon Usmanov.
RI-Uzbekistan Perkuat Hubungan Budaya
Fadli Zon menyambut delegasi Uzbekistan dengan penuh apresiasi. Ia menilai CHANDI 2025 bukan hanya forum dialog, tetapi juga platform yang mampu melahirkan kolaborasi nyata. Selain itu, ia menegaskan bahwa kedua negara dapat menggarap banyak peluang bersama, mulai dari warisan budaya, produksi film, hingga program musik lintas negara.
Selanjutnya, Fadli Zon menekankan bahwa kerja sama seni dan budaya selalu memberi dampak positif bagi diplomasi. Ia mendorong agar kolaborasi bergerak lebih cepat. Kemudian, ia mengajak semua pihak memperluas cakupan kerja sama sehingga manfaat dapat dirasakan masyarakat luas.
Sejak lama, Indonesia dan Uzbekistan menjalin kolaborasi erat. Pada April 2025, seniman kedua negara menampilkan teater tentang Imam Al-Bukhari dan Sukarno. Sementara itu, Indonesia juga rutin mengirim seniman ke festival tari dan pencak silat di Uzbekistan. Dengan demikian, hubungan budaya terus berkembang secara konsisten.
Enam Poin Kerja Sama RI-Uzbekistan
Dalam pertemuan tersebut, Yusufjon Usmanov menekankan pentingnya payung hukum yang jelas. Oleh karena itu, ia memaparkan enam kerangka kerja sama budaya, yaitu:
- Menandatangani perjanjian bilateral di bidang kebudayaan.
- Menyelenggarakan Hari Uzbekistan di Indonesia dan Hari Indonesia di Uzbekistan pada 2026–2027.
- Menukar tenaga ahli untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
- Berkolaborasi dalam teater, pendidikan budaya, dan kegiatan seni.
- Mengembangkan kerja sama literasi budaya, seni pertunjukan, dan festival internasional dengan partisipasi lebih besar.
- Memproduksi film bersama tentang Sukarno dan Imam Al-Bukhari.
Selanjutnya, Usmanov menegaskan bahwa keenam poin tersebut bisa segera dituangkan ke dalam nota kesepahaman. Akibatnya, kedua negara akan memiliki dasar hukum yang kuat. “Pertemuan ini membuka peluang baru sekaligus memperkuat persahabatan,” ujar Usmanov yang hadir bersama Dubes Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov.
Uzbekistan Undang Indonesia ke Konferensi UNESCO
Selain membahas enam poin kerja sama, Usmanov mengundang Fadli Zon beserta jajaran menghadiri General Conference UNESCO ke-43 di Uzbekistan. Ia berharap kesempatan itu mempertemukan Menbud RI dengan Menteri Kebudayaan Uzbekistan. Pada akhirnya, undangan ini memperlihatkan niat Uzbekistan memperluas interaksi budaya di tingkat global.
Hubungan Diplomatik RI-Uzbekistan
Hubungan diplomatik Indonesia-Uzbekistan telah berlangsung selama 33 tahun. Kedua negara menjalin persahabatan erat berdasarkan nilai agama, sejarah, dan budaya yang serupa. Terlebih lagi, pertemuan bilateral di Bali menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor budaya.





Komentar