Kesehatan – Klaim bahwa malas menyikat gigi meningkatkan risiko kanker pankreas membuat banyak orang penasaran. Sejumlah penelitian memang menemukan hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan risiko kanker pankreas. Para ahli menegaskan bahwa hubungan ini hanya bersifat asosiatif dan tidak menunjukkan penyebab langsung.
Studi besar yang muncul di JAMA Oncology tahun 2025 menganalisis lebih dari 122.000 sampel air liur. Peneliti mengidentifikasi 27 spesies mikroba mulut baik bakteri maupun jamur yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker ini. Kombinasi mikroba tersebut menaikkan risiko lebih dari tiga kali lipat. Meski begitu, peneliti menekankan bahwa hasil penelitian tidak membuktikan kausalitas. Selain itu hal yang mempengaruhi kesehatan mulut adapa gaya hidup tidak sehat, diabetes, atau kebiasaan merokok.
Penelitian lain di Swedia yang melibatkan lebih dari 140 ribu orang juga memperkuat temuan ini. Penderita periodontitis atau radang gusi kronis lebih sering menghadapi risiko kanker pankreas dibanding mereka yang sehat. Kehilangan gigi dan infeksi gigi berulang juga meningkatkan risiko secara signifikan.
Ahli menjelaskan beberapa mekanisme yang mungkin terlibat. Bakteri dari mulut dapat berpindah ke sistem pencernaan lalu mencapai pankreas. Infeksi mulut kronis memicu peradangan sistemik yang merusak sel tubuh. Ketidakseimbangan mikrobioma mulut mendorong produksi toksin yang merusak DNA dan melemahkan sistem imun. Mekanisme-mekanisme ini memberi gambaran mengapa kesehatan mulut berhubungan dengan kanker pankreas.
Karena itu, klaim bahwa malas sikat gigi pasti menyebabkan kanker pankreas hanya menyederhanakan masalah. Kebiasaan menjaga kebersihan mulut tetap berperan penting. Menyikat gigi dua kali sehari, rutin memeriksa gigi, serta menghindari rokok membantu menurunkan risiko penyakit mulut sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.





Komentar